Kamis, 21 Januari 2016

Mengenal Retarder: Sistem Pengereman yang Efektif, Efisien dan Ramah Lingkungan

Kemarin saya membawa kontainer berisi dry milk dari Praha (Republik Ceko) ke Poznan (Polandia). Perjalanan yang lumayan jauh.

Tapi di tengah jalan kok rasanya ada yang aneh. Truk saya, Volvo FH16 Globetrotter 750HP - kok jadi lamban dan berat banget. Padahal untuk angkutan kontainer dry milk harusnya nggak seberat itu. Apalagi power truk saya udah cukup gede loh. Saya jadi lebih heran karena mobil-mobil lain kok jalannya kenceng banget. Bahkan truk lain yang muatannya lebih berat, bawa molen semen - bisa ngebut kenceng banget dan dengan sombongnya nyalip truk saya. Apa jangan-jangan truk saya rusak ya?

Truk lain yang bawa angkutan lebih berat aja bisa ngebut

Penasaran saya terjawab setelah ada notifikasi Retarder Activated. Apa itu retarder? Apa itu yang bikin truk saya berat banget?

Retarder activated!

Dan ternyata setelah saya matikan yang namanya retarder itu, truk saya jadi enteng. Plong! Bisa ngebut lagi.

Jadi apa itu retarder?

Lebih sering ada di truk atau bus

Kamu tau retarder?

Wajar kalo kamu nggak tau. Kalaupun kamu punya SIM A, kamu belum tentu tau juga. Karena retarder nggak ada di semua jenis mobil.

Retarder adalah alat bantu pengereman dengan sistem kerja non-friksi (tanpa gesekan) yang biasanya ada di truk atau bus dengan muatan berat. So, kalo kamu punya SIM B, biasanya sudah familiar dengan retarder.

Selain di bus dan truk, retarder juga diterapkan di kereta api. Biasanya untuk kereta cepat. Tujuannya supaya kereta api berkecepatan tinggi bisa berhenti di jarak yang sama sebagai standar kereta api diesel biasa yang berkecepatan rendah.

Karena sistem pengeremen berbasis gesekan rentan aus

Sistem pengereman dengan retarder dibuat karena sistem pengereman konvensional dengan gesekan sangat rentan aus setelah digunakan terus menerus. Pastinya kalo udah aus begitu akan sangat berbahaya.

Karena itulah dikembangkan retarder sebagai sistem pengereman yang bisa membantu meningkatkan fungsi pengereman utama. Makanya kendaraan berat sering dilengkapi dengan sistem tambahan yang tidak berbasis gesekan untuk membantu pengereman sehingga tingkat keausan rem konvensional berumur panjang & safety lebih terjaga. Fungsi retarder ini adalah untuk memperlambat kendaraan, atau mempertahankan kecepatan stabil pada turunan. Tapi bukan berarti menggantikan fungsi rem utama loh ya, retarder hanya sebagai alat bantu.

Level retarder
(sumber: bismania.com)

Di bus dan truk, retarder biasanya terdiri dari 5 level. Semakin tinggi levelnya, maka akan semakin melambatkan laju kendaraan. Bahkan kalo udah sampe level 5, sistem pengereman lain (exhaust brake) juga bekerja. Efeknya? Pastinya laju kendaraan jadi terbebani maksimal.

Posisi retarder di dasbor truk/bus
(sumber: bismania.com)

Aman, efisien, efektif, dan ramah lingkungan

Selain untuk tujuan keamanan berkendara, penerapan retarder juga bisa membuat transportasi dengan kendaraan berat jadi lebih efisien, efektif, dan ramah lingkungan. Kok bisa begitu? Selengkapnya silakan disimak di video berikut:

Retarder di Euro Truck Simulator 2

Di game simulasi, Euro Truck Simulator 2 (ETS2), retarder juga diterapkan. Tapi sepertinya nggak ada di setiap truk. Kebetulan truk saya termasuk truk berdaya besar, makanya diberi tambahan retarder.



Lalu gimana penerapan retarder di ETS2? Nih skrinsutnya:

Retarder pada level 0 (deactivated)

Retarder pada level 5 (maximum)

Nah untuk mengaktifkan retarder, cukup tekan tombol ; (semicolon/titik koma) pada keyboard. Sekali ditekan, maka retarder level 1 akan aktif. Tekan lagi untuk masuk ke level 2, dan seterusnya. Gimana nuruninnya? Tekan tombol ' (single quote/petik tunggal). Tekan terus sampai retarder nggak activated. 

Retarder di ETS2 ini cukup membantu loh. Terutama saat masuk ke daerah tambang yang jalannya menurun curam, ditambah dengan kontainer yang berrraat. Ini game berasa real banget.

Tapi ternyata, retarder di ETS2 nggak real-real banget loh. Karena retarder-nya akan aktif pada setiap level kecepatan, bahkan pada kecepatan rendah. Padahal, pada kondisi real, retarder hanya aktif pada kecepatan tinggi aja. Hmm... Tapi ya lumayan lah ya. Sudah cukup mendekati kondisi nyatanya.

Gimana? Cukup panjang juga ya penjelasannya. Hihi... Semoga berguna.

Sebagai bonus, nih saya kasih video tutorial penggunaan macam-macam sistem pengereman di ETS2, termasuk retarder. Monggo disimak.


Dan ini yang paling keren. Penjelasan cara kerja retarder dengan animasi. Jelas banget!


Ada yang lebih seru loh!

Mengenal Retarder: Sistem Pengereman yang Efektif, Efisien dan Ramah Lingkungan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan cerita di atas? Silakan berlangganan gratis via email

6 Comments

Jum Jan 22, 03:40:00 PM delete

PERTAMAXXX!! Boleh nih, pengetahuan buat nyetir2 :D

Reply
avatar
Jum Jan 22, 09:30:00 PM delete

Aku belum ngerti nyetir-nyetir om :')

Reply
avatar
Sab Jan 23, 05:10:00 PM delete

Hoho.. sebenernya ente gagal pertamax gan. Udah ada yang komen sebelumnya. Tapi kehapus karena ganti sistem komentar =D

Reply
avatar
Sab Jan 23, 05:11:00 PM delete

Sama mas. Aku juga ya nggak ngerti. Pura2 ngerti aja :D

Reply
avatar
Min Jan 24, 01:17:00 PM delete

Lumayan info nya, baru tau ada istilah retarder

Reply
avatar
Min Jan 24, 01:25:00 PM delete

Saya juga om. Gegara main game aja jadi denger istilah itu. Taunya cuma rem

Reply
avatar

Dear teman. Silakan berkomentar. Tapi khusus untuk post yang telah terbit > 7 hari, mohon maaf komentar kamu nggak langsung muncul, karena harus dimoderasi. Trims