Tampilkan posting dengan label LagiPengenBerbagi. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label LagiPengenBerbagi. Tampilkan semua posting

Minggu, 29 Mei 2016

Cari Aplikasi Perekam Layar? Pakai Powerpoint Saja

Lagi cari aplikasi perekam layar untuk disimpan dalam bentuk video? Ngapain repot-repot. Sampe cari bajakan segala. Pakai Powerpoint aja!

Kamu punya keinginan berbagi ilmu dalam bentuk tutorial? terutama yang berkaitan dengan komputer semisal tutorial photoshop, tutorial coreldraw, tutorial yiiframework, tutorial coding, dsb. Pasti kamu butuh aplikasi perekam layar. Ya kan? Yah asalkan tutorial yang kamu kasih bukan tutorial pasang alis mata aja ya

....


Nah! Daripada ribet cari kemana-mana, pakai Powerpoint aja deh. Sekelas Powerpoint mah pasti punya lah ya. Sebelum ente install macem-macem, Word Excel Powerpoint pasti jadi tiga serangkai wajib yang kudu ente install duluan kan? Sip!

Emang pake Powerpoint bisa rif?


Bisa donk! Gini caranya:

  1. Pastikan kamu udah install Office
    Ini wajib. Pastikan aplikasi Office sudah terinstall. Minimal tiga serangkai tadi lah. Disini saya pakai Office 2016. Saya kurang tau juga apakah fungsi perekam layar ini ada di versi Office sebelumnya. Tapi rasanya sih sudah ada di versi 2013.
  2. Klik menu Insert
    Klik menu Insert, lalu di tab paling kanan (tab Media), kamu akan menemukan Screen Recording. Silakan diklik. Maka akan muncul semacam popup di atas tengah layar.

  3. Atur area yang akan direkam
    Kamu boleh mengatur hanya sebagian aja area yang akan direkam di layar PC km, atau keseluruhan. Klik aja Select Area. Lalu buat area perekaman, ditandai dengan kotak bergaris merah putus-putus.
  4. Atur Audio dan Pointer
    Kamu juga boleh mengatur supaya aplikasi nggak menangkap suara/audio, jadi video yang dihasilkan nanti sunyi senyap. Non-aktifkan aja audionya, tombol kedua dari kanan yah. Tapi kalo kamu mau suara emas kamu ikut terekam, monggo diaktifkan.

    Kamu juga boleh mengatur supaya aplikasi nggak merekam posisi pointer. Tekan yang ujung kanan yah.
  5. Klik Record
    Sudah siap? Mulai rekam! Ada tombol Record di posisi paling kiri. Klik saja. Maka perekaman akan dimulai dalam hitungan 3 detik.
  6. Klik tombol Pause untuk menghentikan perekaman
    Ada momen yang kamu nggak mau dia ikut terekam? Pause saja. Tekan tombol paling kiri.

    Apa? Popup-nya hilang? Tenang anak muda. Dia tersembunyi di atas.
  7. Klik Stop untuk mengakhiri
    Udah bosen sama si dia? Putusin aja!

    Hihi. Kejam yah...

    Maksudnya
    kalo udah beres ngerekamnya, tekan tombol Stop. Atau bisa juga pakai shortcut Windows key + Shift + Q.
  8. Kembali ke Powerpoint
    Silakan kembali ke Powerpoint. Seharusnya video hasil perekaman layar kamu sudah muncul disana. Kamu boleh ngetes play video-nya.

    Suara kamu kurang sexy? Silakan siapkan suara emasmu, lalu ulangi lagi.
  9. Simpan videonya
    Sebenarnya aplikasi perekam layar di Powerpoint ini cuma untuk memasukkan video perekam layar langsung ke presentasi Powerpoint, alias nggak menghasilkan file. So kalo mau menyimpan hasilnya, untuk kemudian diupload ke Youtube mungkin, klik kanan pada video, lalu pilih Save Media As. Video akan tersimpan dalam bentuk mp4.


Gimana? Sederhana kan? Nggak perlu cari-cari aplikasi berbayar, apalagi sampe cari crack. Cukup berbekal MS Powerpoint aja kamu sudah bisa bikin video tutorial. Yah walaupun Ms Office juga bukan aplikasi gratisan, tapi setidaknya nggak perlu install aplikasi tambahan.

Selanjutnya terserah kamu deh mau diapain itu video. Boleh dishare ke temen, buat presentasi, buat materi kuliah, atau diupload ke Youtube. Saya sendiri baru pake cara ini untuk buat video tutorial supervised classification dengan menggunakan Erdas 2014 yang baru saya unggah ke Youtube 2 hari yang lalu. Mampir atuh ke channel saya, jadi pengunjung pertama. Hehe...

Blog tutorial saya: http://akwijayanto.id/supervised-classification-erdas-2014/

Channel di Youtube: Arif K Wijayanto

Terakhir, semoga bermanfaat!

Senin, 22 Februari 2016

Belajar Bahasa Palembang: Sikok

Bahasa Palembang adalah 'bahasa nasional'-nya Sumatera Selatan (Sumsel). Ya, karena bahasa setiap daerah di Sumsel bisa jadi berbeda. Ada banyak banget rumpun bahasa yang ada di Sumsel. Karena banyaknya itu, maka dibutuhkan satu bahasa pemersatu. Secara nggak tertulis, dan tanpa ada sumpah pemuda Sumsel, dipilihlah bahasa Palembang.


Banyak yang bilang, belajar bahasa Palembang itu mudah, ganti saja setiap vokal akhirannya jadi O. Ya, betul! 'berapa' menjadi 'berapo', 'kita' menjadi 'kito', dan 'lima' menjadi 'limo'.

Tapi nggak gitu juga bro, nggak segampang itu. Misalnya: 'satu' bukan lalu menjadi 'sato', walaupun 'dua' menjadi 'duo' dan 'tiga' menjadi 'tigo', tapi 'empat' bukan lalu menjadi 'empot', lu kire nenek lu empot? 'empat' dalam bahasa Palembang tetaplah 'empat'.

Menarik memang, stereotipe "bahasa Palembang gampang tinggal ganti akhirannya jadi O" itu pertama kali saya dengar saat awal kuliah disini, di Bogor. Baik teman-teman yang orang Sunda maupun Jawa, semua kompak dengan stereotipe yang sama. Lucunya, bahkan saat si orang Jawa dengan nama Yanto, mengucapkan satu kata dalam bahasa Palembang yang berakhiran vokal O, 'berapo' - vokal O yang keluar dari mulutnya itu sama sekali nggak sama dengan vokal O pada namanya. Padahal 'Yanto' dan 'berapo' seharusnya diucapkan dengan vokal O yang sama.

Tapi kali ini saya nggak mau bahas pronounciation-nya, kali ini saya mau bahas satu kata dalam bahasa Indonesia, yaitu 'satu' - dan padanan katanya dalam bahasa Palembang. Kenapa saya tertarik bahas kata ini? Karena ternyata ada hal yang unik, orang Palembang punya 2 macam cara untuk menyatakan kata 'satu', yaitu untuk menyatakan jumlah dan menyatakan urutan.

pempek-palembang

Dalam bahasa Palembang, kata 'satu' adalah 'sikok', pengucapan akhiran '-kok'nya mirip seperti di kata 'berkokok'. Tapi ketika ada orang yang tanya begini:
Cek Yuni: Rengking berapo anak kau? (Eh anak kamu rengking berapa?)
Lalu kamu jawab begini:
Kamu: Rengking sikok la. Hebat kan anak aku? (Rengking satu donk. Hebat kan anak guweh?)

Dijamin bukannya pujian, tapi justru pandangan aneh yang kamu dapat.

Lah emang kenapa rif? Whats wrong?


Karena orang Palembang nggak pernah menggunakan 'sikok' untuk menyatakan urutan. Kami lebih suka menggunakan kata 'satu' untuk menyatakan urutan. So, 'rengking satu' adalah jawaban yang tepat.

Contoh lain: saat ujian, kamu mau mencontek ke temen kamu.
Kamu: Psstt! Bro, jawaban nomor sikok apo? (Pssstt! Bro, nomor satu donk!)

Maka dijamin jawaban yang kamu nantikan tidak akan datang. Misscom bro! Temen ente pasti bingung denger kata 'nomor sikok'. Kalo nyonteknya mau sukses, tanyalah 'jawaban nomor satu apo?'. Itu!

Dalam beberapa kasus, kata 'satu' untuk menyatakan urutan juga sering nggak dipakai. Misalnya untuk menyatakan urutan seperti 'pertama', 'kedua', dst. Untuk kasus ini, biasanya digunakan kata 'pertamo, 'keduo', 'ketigo', 'keempat' (bukan 'keempot'), 'kelimo', dst. Untuk konteks kalimatnya, sama lah dengan di bahasa Indonesia.

Lalu kapan kita pakai kata 'sikok'? Gunakanlah kata 'sikok' hanya untuk menyatakan jumlah. Misalnya:
Kamu: Mang, pempek sikok berapo? (Mang, pempek harga satunya berapaan?)
Mang Juhai: Duo ribu dek. Nak berapo? (Dua ribu aja dek. Mau berapa?)


Atau contoh lain:
Yuk Olah: La berapo anak kau mak ini ari? (Anak kamu udah berapa sekarang?)
Kamu: Baru sikok, yuk. Doake bae pacak nambah lagi (Baru satu mbak. Doain aja bisa nambah lagi)

Gimana? Bisa dimengerti? Jadi nak berapo pempeknyo? Yakin sikok bae?

Selasa, 16 Februari 2016

Ini Cara Saya Hack Password File PDF

Ini cara saya hack password file pdf tanpa software cracker atau software tambahan lain. Mungkin banyak teman-teman yang sudah tau trik ini sebelumnya. Tapi baiklah, nggak ada salahnya kalo saya bagikan juga di blog ini.

Sebagai (mantan) mahasiswa, saya seringkali berurusan dengan file pdf (dalam bentuk e-book, jurnal, dll). Beruntungnya, nggak sedikit file pdf itu yang sengaja 'dikunci' oleh penulisnya. Ada yang dikunci supaya pembaca hanya bisa membaca dan mencetak tanpa bisa mengedit, bahkan ada juga yang dikunci supaya hanya bisa dibaca oleh pembaca tertentu. Entah untuk tujuan apa.

cara buka password pdf
Ciri file PDF yang terlindungi

Tools editing tidak aktif

Nah, trik hack password file PDF yang akan saya jabarkan kali ini adalah untuk file PDF yang security-nya hanya sebatas bisa dibuka, tapi tidak bisa diedit, atau istilahnya viewable pdf with restrictions. Karena di trik ini kita perlu membuka file PDF-nya.

So, lets cekidot!


No More Than a Door With a Broken Lock

Ada yang bilang sih gitu, file pdf terkunci tidaklah lebih daripada pintu dengan kunci yang rusak. Security-nya nggak betul-betul kuat, tidak terlalu terlindungi.

Cieilee sombongnya...

Hehe.. nggak lah. Itu kata orang, saya copy dari salah satu website pembuka file pdf terkunci.

Cetak Sebagai File Baru

Triknya adalah dengan membuat copy baru dari file PDF yang berpassword itu. Apakah dengan copy-paste filenya? Bukan! Atau dengan save as file pdf baru? Tidak juga! Karena dengan copy-paste atau save as, file baru yang dihasilkan akan tetap terkunci password yang sama.

Trus gimana rif?

Cetak saja sebagai file baru!

Pertama, buka filenya. Bisa dengan software PDF reader atau PDF editor apa saja.


cara buka password pdf 2

Kedua, print. Pada jendela print, di pilihan printer name, pilih saja Adobe pdf. Atau kalo kamu punya Nitro pdf, disana juga ada pilihan Nitro PDF creator. Silakan dipilih saja salah satu. Untuk pengaturan lain silakan disesuaikan. Lalu klik OK. Tentukan lokasi penyimpanannya.

cara hack password pdf

Maka file PDF baru akan terbentuk.

Dan selamat! File PDF kamu sudah tidak terkunci! Kamu bisa mengedit sepuasnya.

Semua tools editing sudah aktif

Gampang banget kan? Semoga bermanfaat lah ya. Cheers!

Senin, 25 Januari 2016

Ini Tips Gampang Mencatat Alamat Blog untuk Blogwalking

Blogwalking adalah salah satu rutinitas seorang blogger. Banyak yang bilang, kalo kamu mau dikunjungi, maka berkunjunglah. Nah kegiatan berkunjung itu lah yang disebut blogwalking.

Hmm.. Ngomong-ngomong, saya bukan termasuk blogger yang rajin blogwalking loh. Mungkin beberapa dari temen-temen yang kenal saya tau banget gimana saya. Hihi..

Well. Itu salah. Jangan ditiru. Rajinlah blogwalking. Karena blogwalking adalah silaturahminya blogger.

Walaupun saya kurang setuju juga kalo blogwalking dijadikan kewajiban. Ya terserah masing-masing lah ya. Dia mau jalan-jalan, atau nggak, kembali ke pribadi masing-masing.

Tapi buat saya, saya mau kembali ke fitrah seorang blogger kebanyakan. Saya harus rajin blogwalking. Ya! Semangat! *Clink*

Salah satu usaha saya untuk mengumpulkan semangat blogwalking yang sempat terserak adalah mencatat alamat blog teman-teman yang akan jadi langganan blogwalking saya. Untuk teman-teman blogger yang ngeblog pakai Blogspot mungkin gampang lah ya, tinggal follow aja, karena kebetulan juga saya pakai blogspot. Tapi untuk teman-teman yang pakai engine blog lain gimana? Kan nggak sedikit yang pakai Wordpress dan lainnya.

Nah kali ini saya mau berbagi tips mencatat alamat blog untuk blogwalking dengan menggunakan feed reader online. Cekidot!

Pakai Feed Reader Online (feedreader.com)

Sebenarnya ada banyak laman daring yang menyediakan fasilitas untuk baca feed. Misalnya ada Feedly (feedly.com, ini juga saya suka) atau Digg Reader (digg.com/reader). Tapi kali ini saya mau berbagi cara mencatat alamat blog untuk blogwalking dengan Feedreader.com.

Halaman muka Feedreader.com

Selain karena suka tampilannya, saya suka feedreader.com juga karena memang ini lah tools feed reader pertama saya.

Buat kamu yang mau coba, silakan langsung menuju ke feedreader.com

Di halaman muka, kamu langsung bisa sign in dengan akun Google atau akun Facebook. Gampang kan? Tapi kalo kamu mau daftar / sign up dengan akun lain, silakan isi form-nya.

Begitu masuk, kamu langsung akan diberi halaman dalam feedreader.com. Tampilannya mirip tampilan email.

Halaman kontrol feedreader.com. Ada yang blognya sudah ada di list saya?

Di awal sih isinya pasti masih kosong, karena kamu belum menambahkan alamat blog yang mau kamu baca feed-nya.

Untuk menambahkan blog yang mau dibaca, klik tombol Add a new feed yang ada di pojok kiri bawah, warna ijo. Maka akan muncul form isian yang kira-kira begini tampilannya:

Form isian untuk menambahkan feed

Untuk isian Address, cukup isikan alamat blognya aja. Nggak perlu isi url feed secara lengkap. Misalnya blogor.org. Lalu tunggu sistem akan membaca feed-nya. Trus tentukan kategorinya. Misalnya kamu bisa mengelompokkan blog teman-teman ke dalam kategori travel blogger, food blogger, photoblog, dll. Setelah itu tinggal klik Add the feed. Maka feed blog itu akan muncul di daftar bacaan kamu.

Yang muncul di daftar secara default adalah judul tulisan aja. Kamu bisa klik judul itu, maka isi tulisannya akan terbuka. Nah disini kamu cuma bisa baca aja.

Lah trus kalo mau komentar gimana rif?

Kalo mau kasih komentar, kamu harus buka blognya. Caranya klik aja icon kotak kecil yang ada tanda panahnya, yang ada di ujung kanan itu loh. Maka kamu akan menuju ke blog yang bersangkutan.

Gimana? Gampang banget kan? Segampang berharap motor kita nggak kepanasan saat diparkir (*karena sebelum berharap juga udah ada kardus nangkring di jok motor. Hihi)

Intinya sih dengan feedreader ini, kita bisa mencatat alamat setiap blog daftar blogwalking kita. Bukan cuma mencatat alamatnya, tapi kita juga bisa tau update terbaru dari blog itu, tanpa harus langsung menuju ke blognya.

Semoga bermanfaat yah. Jadi, siapa yang mau blognya saya masukkan ke list blogwalking saya?

Update
Ada informasi dari mbak Ninda, katanya untuk pengguna Blogger, di Reading List-nya Blogger kita juga bisa masukin feed dari blog selain Blogspot. Dan baru saya cek ternyata memang bisa. Haha...

So, silakan dicoba. Tinggal buka Home-nya Blogger kok.

Makasih mbak Ninda :-)

Kamis, 21 Januari 2016

Mengenal Retarder: Sistem Pengereman yang Efektif, Efisien dan Ramah Lingkungan

Kemarin saya membawa kontainer berisi dry milk dari Praha (Republik Ceko) ke Poznan (Polandia). Perjalanan yang lumayan jauh.

Tapi di tengah jalan kok rasanya ada yang aneh. Truk saya, Volvo FH16 Globetrotter 750HP - kok jadi lamban dan berat banget. Padahal untuk angkutan kontainer dry milk harusnya nggak seberat itu. Apalagi power truk saya udah cukup gede loh. Saya jadi lebih heran karena mobil-mobil lain kok jalannya kenceng banget. Bahkan truk lain yang muatannya lebih berat, bawa molen semen - bisa ngebut kenceng banget dan dengan sombongnya nyalip truk saya. Apa jangan-jangan truk saya rusak ya?

Truk lain yang bawa angkutan lebih berat aja bisa ngebut

Penasaran saya terjawab setelah ada notifikasi Retarder Activated. Apa itu retarder? Apa itu yang bikin truk saya berat banget?

Retarder activated!

Dan ternyata setelah saya matikan yang namanya retarder itu, truk saya jadi enteng. Plong! Bisa ngebut lagi.

Jadi apa itu retarder?

Lebih sering ada di truk atau bus

Kamu tau retarder?

Wajar kalo kamu nggak tau. Kalaupun kamu punya SIM A, kamu belum tentu tau juga. Karena retarder nggak ada di semua jenis mobil.

Retarder adalah alat bantu pengereman dengan sistem kerja non-friksi (tanpa gesekan) yang biasanya ada di truk atau bus dengan muatan berat. So, kalo kamu punya SIM B, biasanya sudah familiar dengan retarder.

Selain di bus dan truk, retarder juga diterapkan di kereta api. Biasanya untuk kereta cepat. Tujuannya supaya kereta api berkecepatan tinggi bisa berhenti di jarak yang sama sebagai standar kereta api diesel biasa yang berkecepatan rendah.

Karena sistem pengeremen berbasis gesekan rentan aus

Sistem pengereman dengan retarder dibuat karena sistem pengereman konvensional dengan gesekan sangat rentan aus setelah digunakan terus menerus. Pastinya kalo udah aus begitu akan sangat berbahaya.

Karena itulah dikembangkan retarder sebagai sistem pengereman yang bisa membantu meningkatkan fungsi pengereman utama. Makanya kendaraan berat sering dilengkapi dengan sistem tambahan yang tidak berbasis gesekan untuk membantu pengereman sehingga tingkat keausan rem konvensional berumur panjang & safety lebih terjaga. Fungsi retarder ini adalah untuk memperlambat kendaraan, atau mempertahankan kecepatan stabil pada turunan. Tapi bukan berarti menggantikan fungsi rem utama loh ya, retarder hanya sebagai alat bantu.

Level retarder
(sumber: bismania.com)

Di bus dan truk, retarder biasanya terdiri dari 5 level. Semakin tinggi levelnya, maka akan semakin melambatkan laju kendaraan. Bahkan kalo udah sampe level 5, sistem pengereman lain (exhaust brake) juga bekerja. Efeknya? Pastinya laju kendaraan jadi terbebani maksimal.

Posisi retarder di dasbor truk/bus
(sumber: bismania.com)

Aman, efisien, efektif, dan ramah lingkungan

Selain untuk tujuan keamanan berkendara, penerapan retarder juga bisa membuat transportasi dengan kendaraan berat jadi lebih efisien, efektif, dan ramah lingkungan. Kok bisa begitu? Selengkapnya silakan disimak di video berikut:

Retarder di Euro Truck Simulator 2

Di game simulasi, Euro Truck Simulator 2 (ETS2), retarder juga diterapkan. Tapi sepertinya nggak ada di setiap truk. Kebetulan truk saya termasuk truk berdaya besar, makanya diberi tambahan retarder.



Lalu gimana penerapan retarder di ETS2? Nih skrinsutnya:

Retarder pada level 0 (deactivated)

Retarder pada level 5 (maximum)

Nah untuk mengaktifkan retarder, cukup tekan tombol ; (semicolon/titik koma) pada keyboard. Sekali ditekan, maka retarder level 1 akan aktif. Tekan lagi untuk masuk ke level 2, dan seterusnya. Gimana nuruninnya? Tekan tombol ' (single quote/petik tunggal). Tekan terus sampai retarder nggak activated. 

Retarder di ETS2 ini cukup membantu loh. Terutama saat masuk ke daerah tambang yang jalannya menurun curam, ditambah dengan kontainer yang berrraat. Ini game berasa real banget.

Tapi ternyata, retarder di ETS2 nggak real-real banget loh. Karena retarder-nya akan aktif pada setiap level kecepatan, bahkan pada kecepatan rendah. Padahal, pada kondisi real, retarder hanya aktif pada kecepatan tinggi aja. Hmm... Tapi ya lumayan lah ya. Sudah cukup mendekati kondisi nyatanya.

Gimana? Cukup panjang juga ya penjelasannya. Hihi... Semoga berguna.

Sebagai bonus, nih saya kasih video tutorial penggunaan macam-macam sistem pengereman di ETS2, termasuk retarder. Monggo disimak.


Dan ini yang paling keren. Penjelasan cara kerja retarder dengan animasi. Jelas banget!


Jumat, 15 Januari 2016

Sejarah Biskuit Marie: Ternyata Marie Adalah...

Biskuit Marie Regal berduet dengan hot chocolate Rumah Kopi Ranin

Siapa yang nggak kenal biskuit marie? Kamu para bayi angkatan 90an, kamu berdusta besar kalo ngaku nggak kenal biskuit legendaris ini. Biskuit bundar gepeng dengan teksturnya yang lembut, gampang banget lumer kalo kena air. Makanya para ibu jaman dulu biasanya bikin bubur pake biskuit marie. Cukup dikasih air hangat, biskuitnya lumer, diaduk-aduk, lalu jadilah bubur. Instan dan murah meriah! Para bayi junior yang belum punya gigi juga gampang makannya, tinggal diemut, kenyang deh. Yah sebelum para bayi kekinian lebih dimanjakan sama biskuit khusus bayi.

Dan sampai sekarang saya nggak pernah makan biskuit marie dengan cara digigit. Iyah. Biasanya sih cuma saya emut. Karena itu lah cara terbaik menyantap biskuit marie. The Baby's Style!

Tapi, sebagai fans berat biskuit marie, kamu tau sejarah biskuit marie?

Nggak tau rif. Hehe..


Hmm.. Sudah kuduga!

Emang ada sejarahnya?


Ada donk. Dan jujur saya juga baru tau kemarin. Hehe
*dilempar Selena Gomez

Inspirasinya datang saat papasan dengan pengantar biskuit marie yang pake motor. Box di belakangnya ada tulisan biskuit marie regal. Seketika kepikiran sama biskuit marie, kenapa kok disebut marie? Apa ada sejarahnya? Dan ternyata setelah gugling, beneran ada sejarahnya loh.

Ada hubungannya dengan Inggris, Rusia, dan Spanyol

Jadi ternyata biskuit marie pertama kali dibuat di London tahun 1874. Udah lama juga yah.

Waktu itu biskuit marie dibuat oleh sebuah bakery di London, namanya Peak Freans Bakery. Biskuit marie dibuat untuk memperingati pernikahan bangsawan Rusia, Maria Alexandrovna, yang dinikahi bangsawan Inggris dari Edinburgh. Untuk menghormati sang bangsawan, nama sang bangsawan pun dicap di atas biskuit, makanya diberi nama biskuit Maria.

Maria Alexandrovna (1853-1920), Grand Duchess of Russia
(sumber: Wikipedia)

Sejak saat itu biskuit maria menyebar ke seluruh dataran Eropa, terutama Spanyol. Produksi massal biskuit maria dilakukan di Spanyol karena saat itu Spanyol lagi kelebihan produksi gandum. Orang Spanyol mengenang biskuit maria sebagai simbol pemulihan ekonomi pasca perang sipil.

Nggak cuma Eropa, biskuit maria juga menyebar ke seluruh dunia. Nah di kawasan Asia termasuk Indonesia, biskuit Maria lebih dikenal sebagai biskuit marie.

Ternyata marie adalah Maria, dan Maria adalah bangsawan Rusia. Pertama dibuat di Inggris, menghormati bangsawan Rusia, lalu diproduksi massal di Spanyol.

Teman terbaik teh dan kopi

Nggak bisa dipungkiri, biskuit marie adalah biskuit favorit warga dunia, bukan cuma Indonesia loh men. Buktinya? Biskuit marie diproduksi hampir di tiap negara. Artinya, biskuit marie diterima oleh lidah seluruh bangsa di dunia. Emejing!


Di Indonesia, biskuit marie diproduksi oleh beberapa produsen biskuit, dan dijual dengan beberapa merk dan harga. Varian rasanya juga macem-macem. Paling banyak sih rasa susu, rasa yang paling saya suka. Dari pengamatan saya di beberapa minimarket, biskuit marie dijual dalam beberapa merk, ada ATB, Khong Guan, Regal, dan Roma. Yang paling mahal adalah yang Regal punya. Sedangkan ATB adalah yang paling murmer.

Biskuit marie biasanya disajikan sebagai teman teh atau kopi, sempurna untuk santai sore. Buat adik kecil, biskuit marie juga biasanya jadi makanan perkenalan supaya si adik kecil kenal sama makanan padat. Biasanya dicampur air hangat atau susu, dijadikan bubur. Para ibu juga biasanya pakai biskuit marie untuk membuat berbagai macam cake atau kue. Biskuit marie juga bisa dijadiin sandwich loh! Caranya cukup tumpuk 2 keping marie, lalu tengahnya diberi selai, jadi deh sandwich marie. 

Banyak juga yah cara penyajian biskuit marie. Kalo kamu biasanya digimanain?

*Buat ngepost tentang sejarah biskuit marie, sampe bela-belain pindah ngelab ke Rumah Kopi Ranin. Cuma buat ngefotoin biskuit marie sama hot chocolate. Haha.. Diceritain di post selanjutnya deh ya. Tunggu aja

Referensi:
http://biscuitpeople.com/marie-biscuits/
http://ifood.tv/biscuit/marie-biscuit/about

Minggu, 10 Januari 2016

Pasang Font Unik di Blog dengan Google Fonts

Kadang kita bosen juga sama font di blog kita yang itu-itu aja. Yah font standar yang umum lah, semacam Times New Roman, Arial, atau Helvetica. Trus kalo mau pakai font lain gimana? Biar lebih pas sama template/theme blog kita gitu...

Pakai Google Fonts!

Google Fonts adalah salah satu layanan yang disediakan Google untuk memudahkan web developer (atau juga blogger) untuk menghasilkan desain yang menarik dengan menyediakan font-font gratis. All free! Silakan cek di https://www.google.com/fonts.

Nah buat kamu yang suka ngoprek tampilan blog, mungkin ini berguna.
Trus gimana pakenya rif?


Gampang! Lebih gampang daripada mendaki Gunung Rinjani bersama mantan dan pacar barunya. Aih! *lalu dikeroyok barisan patah hati

Okeh pemirsah! Ini dia cara menggunakan Google Fonts di blog yang bisa turut serta dalam usaha-usaha memperindah blog kalian. Cekidot!


  1. Buka website Google Fonts
    Ini alamatnya:
    https://www.google.com/fonts

    Begitu terbuka, kamu akan langsung masuk ke menu pencarian font. Sampai dengan post ini dibikin, sudah ada 708 koleksi font disana. Nah monggo dicari font yang beneran kamu banget, yang sesuai jati diri kamu sesungguhnya.
  2. Klik Add to Collection

    Kalo udah nemu yang cocok, segera dilamar! klik tombol Add to Collection yang warna biru, di bawah setiap font. Maka font yang kamu pilih akan muncul di bawah, di collection. Yah mirip-mirip shopping cart kalo ente belanja online gitu lah. Masih kurang banyak? Mau cari pilihan lain? Mangga atuh kang dicari lagi. Kalo udah cukup, klik tombol Use
  3. Atur Penggunaan Font

    Setelah klik tombol Use, akan terbuka laman pengaturan untuk penggunaan font. Ada 4 opsi disana:
    1. Pilih jenis font.
    Mau cuma yang normal aja, atau perlu yang bold dan italic juga, atau variasi lain, silakan dipilih. Nah di opsi ini, perhatikan sesuatu yang mirip speedometer di pojok kanan atas. Gambar itu menunjukkan seberapa berat nanti font itu kalo dipakai. Angka disana menunjukkan ukuran dari beban load-nya. Misalnya 70, artinya ukurannya 70 kilobytes. Semakin kecil ukuran page load, semakin cihuy buat blog kamu.

    2. Pilih karakter-set.
    Kalo kamu mau bikin tulisan yang ada karakter "aneh-aneh" semisal huruf Jepang, silakan dipilih. Pilihan default-nya adalah Latin

    3. Pilih cara menghubungkan Google Fonts dengan blog kamu.

    Nah disini ada 3 cara: standar, @import, atau Javascript. Mau yang gaampang kan? Pake yang standar aja deh ya. Silakan copy code itu, buka laman dashboard blog kamu, lalu paste sebelum </head>.

    Perhatian! Kadang ada error begitu kita copy paste code ini. Supaya nggak error, silakan tambahkan backslash atau garis miring sebagai penutup tag pada ujungnya sebelum karakter >. Misalnya:
    <link href='https://fonts.googleapis.com/css?family=Roboto+Condensed|Raleway:300' rel='stylesheet' type='text/css'/>

    4. Petunjuk cara penggunaan font dalam CSS.

    Nah yang ini cara menggunakan Google Fonts di blog kamu dengan CSS. Bisa dengan CSS secara umum yang code-nya kamu taro di tag <head>.../head>, yang nantinya bisa dipanggil dengan class atau id. Atau secara manual di tiap bagian di blog kamu. Misalnya:
    <p style="font-family: 'Roboto Condensed', sans-serif;">Gue ganteng loh!</p>

Gimana? Gampang kan yah?

Google Fonts ini biasanya emang dipake para perancang web, karena emang gampang pakenya. Yang perlu diperhatikan, jangan sampe penggunaan Google Fonts terlalu banyak. Karena akan memperberat load blog kamu. So, sewajarnya aja yah.

Saya sendiri pake Google Fonts ini untuk huruf di speech bubble si monyet temen saya ngeblog, ini dia nih:
Halllooo kakaak!


Semoga berguna yah!