Tampilkan posting dengan label LagiPengenCerita. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label LagiPengenCerita. Tampilkan semua posting

Rabu, 17 Agustus 2016

Terminal 3 SHIA: Dipaksa siap?

Sejak awal bulan ini, sudah 4 kali saya terbang dengan maskapai yang sama: Garuda Indonesia.

Dimulai dari tanggal 2 Agustus, dengan GA132 tujuan Jambi (CGK-DJB), kembali tanggal 5 Agustus dengan GA135 tujuan Jakarta (DJB-CGK). Keberangkatan dan kedatangan di Jakarta semua melalui terminal 2F Bandara Soekarno Hatta. Keberangkatan berjalan mulus, checkin lancar, delay tidak ada, boarding mulus. Pun kedatangan, semua lancar.

Flight ketiga, saya dan rombongan menuju Denpasar Bali tanggal 9 Agustus dengan GA420. Lagi, dari Soetta. Tapi lewat terminal baru, terminal 3 ultimate, karena terhitung efektif sejak 9 Agustus lalu, semua penerbangan domestik Garuda Indonesia dipindahkan ke Terminal 3 Ultimate. Terminal baru yang kabarnya baru diresmikan sehari sebelumnya, yang digadang-gadang jadi yang terbesar dan termodern di Indonesia. Rasanya amazing juga bakal nyicipin terminal baru yang kalo dilihat dari gambarnya yang cakep dan cantik.

Semua perbangan domestik Garuda Indonesia pindah ke T3 Ultimate
(sumber: garuda-indonesia.com)


Dan bener! Terminal 3 Ultimate emang beneran gagah dan megah! Interiornya juga menawan. Berkelas lah.

Tapi...

Dibalik ke-WOW-an itu, ada banyak keluhan yang saya dan penumpang lainnya rasakan. Keluhan yang mengesankan Terminal 3 Ultimate sengaja dipaksakan untuk siap.

Keluhan-keluhan juga saya rasakan saat datang dari Denpasar dengan GA653.

Pembangunan masih belum 100% selesai

Masih banyak bagian-bagian gedung terminal yang under construction. Banyak yang ditutup partisi. Pekerja bangunan dengan alat-alatnya juga banyak yang mondar-mandir.
Lantai paling bawah, terminal kedatangan. Sebagian masih under construction

Bagasi < 5 kg ditolak counter check in

Maksudnya, bagasi dengan berat kurang dari 5 kg, tidak diterima di counter check in. Karena (katanya) sistem timbangannya nggak bisa menimbang barang yang beratnya kurang dari 5 kg. Penumpang harus membawa sendiri barang-barangnya yang "ditolak" ke counter khusus untuk barang yang < 5 kg. Agak merepotkan sih.

Barang yang ditolak counter checkin harus dibawa sendiri ke counter khusus itu. Jangan khawatir, petugasnya ramah kok

Layanan self check-in masih belum berfungsi

Uniknya di T3 ultimate sudah ada layanan self check-in loh. Penumpang bisa check in sendiri pake komputer yang tersedia. Tapi begitu saya tengok, eh sistemnya masih belum jalan.

Salah satu komputer untuk self check-in. Masih error

Komputer self check-in yang tersedia


Sinyal handphone terganggu

Entah kenapa, tapi setidaknya ini dirasakan banyak orang ketika menelepon. Sinyal terputus-putus, seperti ada gangguan. Dan ini juga sempat saya lihat beritanya di TV. Pihak terkait sempat menepis isu bahwa pengelola T3 mengganggu sinyal handphone penumpang.

Banyak elevator belum berfungsi

Buat kamu yang males turun naik on foot, dan lebih suka pake elevator, mungkin ini nggak nyaman buat kamu. Banyak elevator yang belum berfungsi.

Gerai masih minim

Yang suka jajan, nggak banyak loh pilihan gerai makanan/minuman atau merchandise di T3. Kalaupun ada, itu pun kelihatan darurat militer banget. Tapi dilihat dari banyak partisi-partisi dengan banner besar berlogo gerai-gerai terkenal, mungkin nanti akan banyak juga gerai-gerai disana. Jangan khawatir.

Calon gerai FnB yang masih under construction


Praying room, kau dimana? 

Masih sulit cari mushola di T3. Sulit karena jumlahnya sedikit, dan petunjuknya masih minim. Tapi setelah dapat, mushola di terminal keberangkatan lumayan nyaman dan lega.

Pengalaman kurang menyenangkan saya rasakan saat tiba dari Denpasar. Saya mendarat jam 15.00 WIB. Karena tidak sholat Jumat, saya harus mengganti sholat dzuhur dan segera sholat ashar. Tiba di terminal kedatangan, kami "dipaksa" berjalan cukup jauh. Berputar dari ujung satu ke ujung lainnya. Dan sepanjang jalan, saya nggak menemukan satupun petunjuk lokasi mushola. Yang ada cuma toilet. Kok rasanya seperti bukan di Indonesia ya?

Sampai akhirnya tiba di pintu keluar, saya tanya petugas, katanya ada mushola di luar gedung. Kami pun keluar. Tapi setiba di luar, mana musholanya? Kami tanya lagi petugas lainnya, lucunya dia bilang tidak ada mushola di luar, adanya di dalam gedung. Kami masuk kembali. Dan gate pemeriksaan menyambut kami. Tetap sesuai prosedur, semua yang masuk harus diperiksa, termasuk kami.

Dengan barang yang segitu banyak, kami harus bongkar semua, masukkan di belt x-ray, copot jaket, jam tangan, dll. Oke lah, asalkan di dalam nanti ada mushola, saya bisa sholat, pikir saya. Tapi begitu masuk, mana musholanya? Nggak ada. Petugas bilang, silakan naik satu lantai lalu keluar. Agak dongkol sih, tapi kami ikuti juga. Kami lewati pintu pemeriksaan di lantai 2, tanpa diperiksa, karena kami keluar gedung. Pikir saya, jangan sampai nanti lewat pemeriksaan ini lagi, kami harus bongkar muatan lagi.

Dan benar, ternyata di luar nggak ada juga musholanya. Iya, kami harus memutar lagi, lewat pintu pemeriksaan lagi. Dan disana sudah ada mas-mas AVSEC ganteng yang siap dengan stick detector logamnya. Iyeee... kita kudu bongkar muatan lagi sodara-sodara. Zebel nggak sih?

Dan kami harus naik satu lantai lagi. Anda tau itu artinya kami dimana? Kami di terminal keberangkatan, Wow! Kami mau berangkat lagi.

Alhamdulillah disana sudah ada mushola...

Layanan shuttel bus masih darurat militer


Belum ada counter tiket di dalam gedung terminal pun di luar gedung. Halte pun masih darurat sekali, tanpa atap, hanya ada kursi. Bahkan kursinya pun sempat dipindahkan petugas saat penumpang lagi rame-ramenya. Dengan alasan mau ada maintenance. Heh banget nggak sih?

Suasana di halte shuttle bus. Penumpang menumpuk, menunggu bus yang lama banget



Petugas memindahkan kursi di halte shuttle bus, saat penumpang sedang ramai-ramainya


Yang lebih ngeselin lagi, jadwal bus yang datang masih tidak teratur. Lama nunggunya, sekalinya datang banyak banget, ke berbagai tujuan, dan rata-rata sudah penuh. Saya yang menuju Bogor, sempat menaikkan barang ke bagasi bus, sudah pula naik masuk ke dalam bus, tapi terpaksa turun dan ambil barang lagi karena bus sudah penuh.

Mungkin akan lebih nyaman kalo ada bus khusus yang memang parkir di T3 atau masing-masing terminal lainnya. Kalo bus muter dulu ke T1 lalu T3 jadi yang terakhir didatangi, wajar donk kalo penumpang di T3 nggak kebagian kursi karena sudah penuh semua.



Dan sekarang saya sedang di T3 ultimate lagi. Menanti flight GA106 menuju Palembang. Dan ada lagi keluhan yang saya rasakan, dipindah gate dari gate 15 ke gate 12. Heh...

Belum lagi ada berita terminal kedatangan tergenang air karena hujan lebat. Rasanya Terminal 1 yang nyaris sudah seperti terminal bis itu pun kalo hujan lebat nggak sampe kebanjiran loh. Masa iya Terminal 3 yang sebegini kerennya kok bisa banjir.

Kesan Terminal 3 SHIA dipaksa siap kental banget. Walaupun pihak terkait sempat menepis dengan bilang bahwa ini bukan buru-buru. Hanya supaya Terminal 3 existing bisa segera dikosongkan supaya menyatu dengan Terminal 3 ultimate sehingga bisa menjadi letter U penuh. Begitu katanya.

Sebenernya secara desain sih terminal ini keren banget. Ada usaha ramah lingkungan, terlihat dari pencahayaan yang lebih memaksimalkan dari cahaya matahari. Banyak juga pajangan-pajangan yang mirip seperti galeri seni. Cakep buat foto-foto.


Lukisan Soekarno-Hatta, salah satu karya seni yang dipajang di T3 Ultimate



Dengan banyaknya keluhan karena ketidaksiapan yang mengesankan Terminal 3 Ultimate dipaksa siap, semoga ini cuma masalah waktu. Segera terminal ini bisa (beneran) jadi yang wah se-Indonesia.

Senin, 01 Februari 2016

Pindah Kost Lagi

Kemarin, Minggu (31/1) - karena satu dan lain hal, saya pindah kos (lagi). Setelah 2.5 tahun ngerasain jadi warga kota Bogor, kali ini saya balik ke habitat asal, Darmaga, surga kecil bagi mahasiswa di kampus saya. Tempat dimana perut bisa kenyang hanya dengan 6ribu saja, rambut gondrong bisa botak dengan bayar 100ribu masih dapet kembalian 90ribu, setumpuk baju kucel bisa clink dengan 4ribu doank, dan tempat dimana semua kebutuhan ala mahasiswa rantau tersedia. Darmaga! Aku kembali!

Kos lama saya di Tajur. Sekarang tinggal kenangan

Sejak 2013 saya ngekos di Tajur, yang dekat dengan pusat kota Bogor. Dulu, saat saya pindah dari Darmaga ke Tajur, reaksi dari orang-orang disana adalah, "Hah? Darmaga?? Jauh amat??". Dan sekarang, reaksi yang sama juga terjadi, "Hah? Tajur?? Jauh amat??". Hihi.. Ya, Tajur dan Darmaga emang jauuuuh beudh. Tajur ada di dekat pusat kota, sedangkan Darmaga jauuuh dari hiruk pikuk kota.

Saya tinggalkan kos Tajur dengan segala kenangan. Ada suka, ada juga duka. Bapak dan Ibu kos dan anak-anaknya yang baik banget, ibu warung tempat saya biasa beli kerupuk, ibu tukang sayur tempat saya biasa beli bawang merah sejumput, mas tukang gorengan langganan saya beli gorengan 3 biji, dan banyak lagi. Semoga masih diberi kesempatan mampir kesana, sekedar silaturahim mungkin.


Sebelum pergi, jangan lupa tinggalin backlink dulu

Suasana baru

Kos baru saya ada di daerah Perwira. Sengaja saya pilih Perwira karena saya mau dapat suasana baru. Empat tahun saya di Darmaga, cuma berkutat di Babakan Lio.


Agak sulit juga sampai akhirnya saya dapet kos yang sekarang. Karena saya cari kos cowok dengan tarif bulanan dan fasilitas kamar mandi dalam kamar. Kombinasi yang sulit untuk kategori kos-kosan mahasiswa. Kebanyakan kos disini memang memasang tarif tahunan. Dan untuk yang punya fasilitas kamar mandi dalam, biasanya cuma kos-kosan cewek.

Tapi akhirnya dapat juga kos yang sesuai kriteria yang saya mau. Sebuah kos sederhana (walaupun tarif bulanannya sedikit lebih mahal daripada kos cowok kebanyakan). Ukuran kamar 3x3 m, ada kamar mandi, dengan kasur, lemari, dan meja belajar. Cukup nyaman lah.

Dan yang pasti, suasananya saya suka. Memang khusus untuk mahasiswa. Rasanya nggak ada lagi tetangga sebelah kamar yang puter musik dangdut semalaman. Dan saya juga nggak perlu lagi menahan wudhu dari ashar sampai isya cuma gegara tetangga kamar pada nongkrong di balkon.

Baca juga: Sakitnya tuh disini


Bisa kurus lagi!

Tinggal di Darmaga memungkinkan saya untuk lebih banyak jalan kaki. Why? Karena suasananya mendukung. Jalan kaki di jalanan Babakan Raya, pusat kehidupan mahasiswa kampus saya - capeknya nggak berasa. Jalan kaki disini nggak sendirian. Beda dengan jalanan Tajur, jalannya gede, mobilnya seliweran ngebut-ngebut, jalan kaki jadi nggak kece.

Salah satu sudut Babakan Raya (Bara). Pusat kehidupan mahasiswa kampus saya
(sumber: localityphoto.com)

Satu harapan saya, semoga dengan kepindahan ini saya bisa kurus lagi. Yeay! Hehe.. Karena saya sadar, penyebab kenapa salah satu bagian tubuh saya jadi menggelembung adalah karena saya kuger, kurang gerak. Haha.. Makan duduk makan tidur makan lagi ngemil pula, gitu aja terus. Maka seketika menggelembung lah saya. Hiahaha...

Yah asalkan sambil jalan kaki nggak tergoda lirik-lirik segala jajanan disana. Pertambahan kecembungan perut bisa makin berbanding lurus dengan pengempisan dompet.

Semoga bisa kurus lagi. Aamiin.. Yeay!

Senin, 18 Januari 2016

Jawaban Teka-teki Berbohong Terjadwal

Suatu malam di Hari Jumat, hengpong saya berdering
*CLENTUUNG!*

Saya cek ternyata notifikasi ada pesan masuk ke salah satu grup Whatsapp. Saya buka deh.
*CKLIK* *CKLIK*

Ternyata ada yang kirim gambar. Saya buka deh. Eh rupanya teka-teki loh sodara-sodara. Kira-kira begini lah gambarnya:
Bohong kok terjadwal gitu ya...

Hmm.. Assik nih. Sebagai seseorang yang suka hal-hal berbau logika, saya jadi tertarik sama teka-teki itu. Saya jadi berpikir keras loh mas.

Setelah mikir beberapa saat. Yes! Saya nemu jawabannya.

Tergantung tujuan si penanya

Kalo menurut kamu apa jawabannya?

Saya sih jawabnya hari Kamis.

Tapi, kalo kamu jawab hari Selasa (sesuai tanggal post ini), atau hari apapun saat kamu baca post ini, kamu juga bener.

Dan beneran, ternyata di pelempar teka-teki itu bilang jawabannya hari Jumat. Katanya gini:
Anda terlalu logis! Jawabannya hari Jumat donk. Nggak percaya? Coba aja periksa kalender. Lagi galau ya? Sampe nama hari aja lupa. Ckckck

Heh. Ngezelin nggak tuh?

Tapi bener juga sih.

Iyap! Karena jawabannya tergantung si penanya, serius atau main-main aja (*asalkan nggak mempermainkan perasaan aja lah ya). Kalo dia serius, jawabannya Kamis. Kalo main-main, jawabannya sesuai hari dia nanya.

Penjelasan logisnya

Untuk jawaban serius, gini penjelasannya:
Pada hari Kamis, Budi harusnya jujur. Dia bilang, "Kemarin (hari Rabu) saya berbohong". Dan tepat, hari Rabu dia memang jadwalnya Budi bohong. Dan...
Pada hari Kamis, Ahmad harusnya bohong. Dia bilang "Kemarin (hari Rabu) saya berbohong". Lagi-lagi tepat, karena hari Rabu adalah jadwalnya Ahmad untuk jujur (pernyataannya adalah bohong, sesuai jadwalnya)
So, percakapan itu terjadi di hari Kamis.

Atau kalo digambarkan dalam tabel pembuktian, jadi begini:

Pembuktian jawaban teka-teki berbohong terjadwal

Disana ada 2 tabel. Tabel pertama adalah jadwal Ahmad dan Budi untuk berbohong. Tabel kedua adalah pembuktian untuk pernyataan mereka. Ada 3 kolom: kolom pertama adalah nama-nama hari, dipakai untuk trial and error. Kolom kedua dan ketiga masing-masing untuk uji pernyataan Ahmad dan Budi.

Misalnya hari Senin. Untuk Ahmad: Apakah kemarin (hari Minggu) dia berbohong? Menurut jadwal sih nggak ya. Artinya pernyaannya bohong. Sedangkan hari Senin harusnya dia jujur. So, pernyataan dan kenyataannya nggak cocok. Gitu seterusnya, sampai dapat yang cocok. Dapatlah hari Kamis dan Minggu.

Sedangkan untuk Budi, yang cocok adalah hari Senin dan Kamis.

Maka hari yang cocok, baik Ahmad maupun Budi adalah hari Kamis. Cocok donk sama jawaban kita.

Saya ajukanlah jawaban itu, dengan penjelasannya yang ringkas. Eh tapi si empunya teka-teki malah kasih respon yang ngezelin tadi.

Terlalu boros

Saya sih lebih cenderung suka sama jawaban saya sendiri, hari Kamis. Walaupun kalo liat konteks pertanyaannya, mau jawab hari apa juga bener.

Masalahnya adalah, dengan penjabaran sebelum pertanyaannya, kyknya terlalu boros. Kalo cuma mau tanya ini hari apa, ya tanya aja singkat, "ini hari apa ya?". Gitu! Hehe...

Ibaratnya gini deh, ente ditanya:
Mobil 1 berjalan dengan kecepatan 40 km/jam dari kota A. Mobil 2 berjalan dengan kecepatan 45 km/jam dari kota D. Diantara kota A dan D, ada kota B dan C. Jarak tiap kota adalah 13 km.
Pertanyaannya: dimana kah kedua mobil itu berpapasan?


Trus ente sibuk ngitung. Udah nemu jawabannya, trus ente bilang 3 km sebelum kota C (misalnya).

Trus apa kata si penanya?

"Haha salah donk. Papasannya di jalan lah. Masa di kantor pos. Emang mau ngantri BLT? Haha"

Ngezelin nggak tuh?

Kasih 2 jawaban

So buat kamu, kalo ada yang kasih teka-teki begitu. Kasih aja 2 jawaban:
"ente mau yang serius atau maen-maen? Kalo serius, ane kasih jawaban hari Kamis. Kalo ente maen-maen, jawabannya (hari apa aja sesuai hari itu)"

Dan kalo dia bilang begini:
"Hah! Ente mau kasih jawabannya hari Kamis ntar bro? yaelah kelamaan kaleee"

Ya udah. Saatnya kamu maju selangkah, lalu dorong dia pake kaki, sambil teriak:


Tambahan
Pertanyaan yang sama sering saya temukan di Brilliant. Misalnya disini

Rabu, 06 Januari 2016

Remembering Songs

Teman satu kontrakan saya dulu pernah bilang: "Kamu mau gampang keinget sama satu suasana? Gampang! Pake lagu aja"

Jadi ceritanya dia punya pengalaman, waktu dia KKP (kuliah kerja praktikum), semacam KKN gitu - ada temannya yang hampir tiap hari muter 1 lagu. Efeknya, setelah KKP selesai, setiap kali dia denger lagu itu, dia keinget sama suasana saat KKP.

Jadilah setelah itu dia rajin muter 1 lagu di kontrakan. Katanya biar suatu saat nanti kalo kami denger lagu itu, bakal keinget sama suasana kontrakan dulu. Tapi mungkin karena kurang intensif muternya, jadinya lagunya nggak ada yang nempel di otak, entah lagu apa yang dulu dia putar :D

Yap! Itu salah satu efek dari musik. Seperti yang dibilang mbak Tiffany Jenkins yang dimuat di bbc.com berikut:
"hear a piece of music from decades later and you are transported back to that particular moment, like stepping into a time machine"

Ajaib yah? Dan ternyata, musik termasuk salah satu cara mengingat sesuatu versi wikihow.com. Musik bisa membantu menciptakan kembali suasana saat sesuatu yang mau kita ingat itu ada atau terjadi.

Nah saya sendiri ternyata punya beberapa referensi lagu yang sampai sekarang kalo saya dengarkan akan membawa saya seperti kembali ke masa-masa itu. Kyk naik mesin waktu. Apa aja lagunya? Mungkin kamu juga familiar. Ini dia:


  1. Lagu-lagu pak Ebiet G Ade
    Lagu-lagu pak Ebiet sampai sekarang selalu membawa saya ke masa-masa kecil sekitar umur 5-6 tahunan. Waktu itu bapak sering banget muter lagu-lagu Ebiet, hampir setiap hari. Beberapa lagu Ebiet yang remembering buat saya antara lain:
    1. Elegi Esok Pagi

    2. Berita Kepada Kawan


  2. Nelly Furtado - Forca

    Forca adalah official theme song UEFA Euro 2004 Portugal. Waktu itu lagu ini sering banget diputer di TV karena memang lagi demam Euro. Sampai sekarang saya kyk balik lagi ke 2004 setiap kali denger lagu neng Nelly ini.


  3. Tata Young - I Believe

    Mirip-mirip dengan Forca, lagu I Believe punya mbak Tata Young ini juga lagu tema resmi turnamen sepakbola. Bedanya yang ini lebih kerasa, karena ini lagu tema resmi AFC Asian Cup 2007, saat Indonesia jadi salah satu tuan rumah.

  4. Naff - Akhirnya ku Menemukanmu
    Lagu mas-mas Naff ini mengingatkan saya pada suasana SMA. Waktu itu emang lagu-lagu Naff lagi ngehits. Salah satunya ya lagu yang ini.

  5. OST Naruto - Daylight in Konoha
    Kamu yang gila jepang pasti tau lagu ini. Lagu instrumental yang nggak tau siapa komposer sebenarnya ini (baca: mungkin saya aja yang kurang riset) sering kita denger di serial Naruto, saat di scene Desa Konoha yang damai.

    Nah waktu saya kuliah di semester 1 dulu, waktu saya masih tinggal di asrama, lagu ini sering diputer sebagai backsound radio asrama. Efeknya, setiap saya denger lagu ini, rasanya kyk balik lagi ke asrama. Kerasa lagi suasana pagi di asrama yang khas, temen-temen sekamar masih pada tidur, tetangga sebelah udah pada rebutan kamar mandi, ada juga yang nawarin sarapan door-to-door, ditambah suara si kakak penyiar yang cuap-cuap nggak jelas. Ahh...

  6. Atha Bachan - Together to be Better
    Nah saya yakin kamu nggak tau dan nggak pernah denger lagu ini. Wajar sih, mungkin cuma yang sekampus sama saya aja yang tau.

    Lagu ini adalah lagu "resmi" asrama saat saya kuliah dulu. Pencipta lagunya Atha Bachan, mahasiswa satu angkatan di atas saya. Sama seperti lagu Daylight in Konoha, lagu ini juga sering mengalun lewat pengeras suara di asrama. Remembering...

  7. Nidji - Laskar Pelangi
    Setuju nggak kalo lagu ini menginspirasi banget? Yap! Saya juga setuju. Lagu ini dulu jadi salah satu lagu yang sering diputar saat MPKMB, Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru, ospek-nya kampus saya.

  8. Shakira - Its time for Africa (waka waka e e)
    Buat banyak orang, lagu tante Shakira ini pasti kedengaran menyenangkan, hepi gitu. Tapi buat saya ini lagu menyeramkan.

    Hah? Kok bisa rif?

    Jadi ceritanya waktu itu lagi musim piala dunia, lagu ini jadi lagu temanya. Makanya sering diputer di TV dan radio, sampe bosen dengernya. Cilakanya, waktu itu saya nggak ikut seneng-seneng nonton piala dunia. Saya malah lg kucing-kucingan sama penipu. Loh kok bisa? Bisa. Pokoknya mah sekarang bawaannya serem mulu tiap denger lagu ini.

  9. Tiger Baby - Chinese Fairytale
    Kamu mungkin familiar sama lagu ini. Lagu ini jadi salah satu backsound di acara tv yang lagi ngehitz saat itu, On The Spot.

  10. Selena Gomez - Magic, dan
    Greenday - Holiday

    Dua lagu ini jadi backsound di video kenangan angkatan kuliah saya. Setiap denger 2 lagu ini rasanya kyk balik lagi ke masa-masa kuliah dulu. keinget lagi kelakuan temen-temen yang nyeleneh (yang nggak nyeleneh nggak inget)
    1. Selena Gomez - Magic

    2. Greenday - Holiday


Nah! Gimana? Kamu punya lagu yang remembering juga? Atau mungkin sama dengan salah satu lagu diatas?

Referensi:
http://www.bbc.com/culture/story/20140417-why-does-music-evoke-memories

http://www.wikihow.com/Remember-Something-That-You-Forgot

Selasa, 24 November 2015

The Most Nyasarable & Isengable Nomor Hape

Nomor hape saya, 085xx4xx44xx - kyknya layak jadi The Most Nyasarable & Isengable. Kok bisa? Nih coba aja liat susunan nomor hape saya kalo mau diketik di hape.


Nomor hp saya cuma terdiri dari 5 angka berbeda, membentuk susunan cantik kalo mau diketik di papan ketik hp. Dan kyknya, ngetik nomor hp saya bikin jempol jadi manja, enakeun. Itulah sebabnya nomor hp saya jadi The Most Nyasarable & Isengable. Enak aja gitu tangan orang-orang yang ngakunya nyasar atau salah nomor, atau iseng doank ngetik nomor hp secara acak beraturan, hingga terketiklah nomor hp saya. Itu yang jadi awal bencana bagi saya. Iya, saya mikirnya sih gitu...

Senin, 23 Maret 2015

Tersandera Hobi Baru

Tersandera Hobi Baru

Sebulan sudah saya absen ngeblog. Kemaren-kemaren lagi riweuh karena tuntutan karir (baca: anak sekolahan). Tapi bukan, bukan itu alasannya. Cuma lagi males aja. Sesekali cek email, kalo ada notification komentar baru di blog, baru deh buka dasbor blog. Tapi sebenernya, ada hal lain yang bikin saya ogah-ogahan ngeblog akhir-akhir ini.


A photo posted by Arif K Wijayanto (@bangkoor) on

Apaan tuh rif?

Jumat, 23 Januari 2015

Sekonyong-konyong Dapet Liebster Award

Kalo mamalia di daerah kutub biasa berhibernasi selama musim dingin, saya yang seorang blogger juga baru aja hibernasi. Hibernasi selama musim mangga. Yap, musim mangga saya lewatkan tanpa satupun postingan. Full tanpa posting blog, pun juga blogwalking, bahkan ngintip beranda blog sendiri.

Liebster Award - dengan latar suketnya Aqied
Masuk musim duku dan rambutan, saatnya bangun dari tidur panjang. Satu post akhirnya terbit, dua hari lalu. Tapi tiba-tiba, sekonyong-konyong ada komentar baru masuk. Saya dapet award, Liebster Award! Lalu...

Lalu kenapa?


Sabtu, 29 November 2014

Ketika Harus Memilih

Ketika Harus Memilih

Sedih juga rasanya melihat nasib blog ini. Setelah sebelumnya sempat merangkak naik perlahan, tiba-tiba rank Alexa-nya terjun bebas, sampai ke titik nadir. Penyebabnya sederhana, nggak saya urusin, saya tinggal dalam waktu yang 'lumayan' lama.

Yah walaupun ranking itu bukan satu hal yang penting, tapi itu mungkin bisa menggambarkan betapa getolnya saya waktu itu mengaktifkan blog ini. Ditandai dengan munculnya teman baru, satu per satu. Yang entah kenapa nggak ada bosennya mampir kesini. Nyimak sajian saya yang kadang rasanya nggak begitu sedap. Terima kasih untuk mbak +Dunia Ely+Beby Rischka+aqida shohiha, Mae, Mas Danni, Mbak Dwi, Mas Sandy, mbak +Nurul Inayah,  Keii, dan teman-teman lainnya yang (mohon maaf) belum disebut. 

Tapi...

Selasa, 11 November 2014

Cerita SMA

Sekarang, saya lagi suka nonton acara yang tayang setiap Senin-Jumat jam 19.00-20.30. Sebuah acara semacam cerdas cermat antar SMA/sederajat.

Satu dari sedikit dokumentasi masa SMA yang terselamatkan
Persaingan antar tim yang ketat karena semangat menggebu-gebu khas murid SMA, membuat saya jadi ingat kenangan masa-masa SMA dulu. Dulu saya juga sering ikut lomba serupa. Yah walaupun cuma sampai tingkat kabupaten, dan itupun nggak menang. Hihi..

Emang kamu sekolah dimana rif?

Jumat, 07 November 2014

Memandang dari Sudut Pandang Berbeda

Masih ingat dengan cerita nelayan yang lagi santai dan pengusaha muda? Ada yang pernah baca cerita itu? Sebuah cerita inspiratif yang menceritakan dua tokoh yang punya cara beda dalam memandang sesuatu.

Pak Ridwan Kamil, Walikota Bandung, jelang semifinal ISL Persib vs Arema. 
Tiap orang pasti punya cara berbeda memandangnya

Cerita apaan tuh rif?

Hihi.. Pada belum baca yah?

Selasa, 28 Oktober 2014

Sakitnya tuh disini

Hari Kamis yang lalu, ada kuliah di siang hari menjelang sore. Waktu yang maknyus buat bobo siang. Dan 'beruntungnya', itu adalah kuliah Decision Support System (sistem pendukung keputusan) dengan materi Fuzziness in decision making, yang cukup membuat otak ngos-ngosan.


Belum cukup dengan itu, pak dosen yang mengajar pun adalah dosen yang terkenal disiplin dan agak galak.

Lalu apa yang terjadi siang itu?

Minggu, 26 Oktober 2014

Buah Kesemek Jatuh Nggak Jauh dari Pohonnya

Sudah setahun lebih saya tinggal di kos baru ini. Bulan Mei tahun lalu, saya memutuskan untuk pindah kesini. Sebuah kos kecil, sederhana, dan dekat dengan kampus, cocok untuk kantong mahasiswa rantau seperti saya ini.

Buah Kesemek (dari commons.wikipedia.org)
Inget waktu pindah dulu, saya pakai angkot. Semua barang saya menumpuk di dalam angkot. Si ibu kos sampe bilang, "Ya ampuun Arif. Kamu udah kyk bapak-bapak rumahtangga aja ya".

Wadoh! Sejak kapan kamu berumahtangga, rif?

Jumat, 24 Oktober 2014

Tak Ada Ilmu yang Sia-sia

Banyak yang bilang, mahasiswa IPB beda sama mahasiswa universitas atau perguruan tinggi lain. Bedanya gimana? Lebih pinter? Lebih jago? Lebih ganteng? Hihi... Nggak juga kok. Biasa aja.


Tapi memang ada beberapa hal yang membuat mahasiswa IPB beda. Salah satunya adalah fakta bahwa mahasiswa IPB semester 1 dan semester 2 adalah siswa SMA kelas 4.

Apaan itu rif?


Sabtu, 18 Oktober 2014

Nggak Ada Uang Kecil

Seperti biasa, setiap hari Sabtu, saya harus menempuh perjalanan panjang dari Tajur menuju Darmaga. Yang sering membuat mereka bertanya, "Lu kos di Tajur, rif? Trus laundry di Darmaga? Jadi kesini cuma buat ambil laundry doank?"

Hihi... :D

dari www.midaskomunika.com
Ya emang begitu keadaannya, mau gimana lagi. Darmaga memang surganya mahasiswa rantau yang kurang rajin seperti saya. Dimana jasa laundry murah bertebaran dimana-mana, dan terus tumbuh bak jamur di musim hujan. Haha..

Dan hari ini..

Kamis, 16 Oktober 2014

Dimensyen Cewek

Di Twitter, saya dimensyen cewek. Beneran. Bukan cuma 1 cewek pula. Ada beberapa. Cewek-cewek muda gitu.


Beberapa hari ini saya memang aktif kembali di Twitter. Sekedar melepas rindu berciap-ciap disana. Kadang juga menebar ciapan berbau iklan. Yap, lagi iseng-iseng jualan desain kaos, sama dengan yang dilakukan mas Danni Moring.

Entah kebetulan atau memang ada faktor lain, setelah saya aktif lagi di Twitter, saya jadi dimensyen banyak cewek-cewek muda. Mereka ngajak saya follow akun-akun gitu. Ada apa ini?

Siapa mereka?

Selasa, 14 Oktober 2014

Menghapus Jejak

Arif K Wijayanto, mungkin nama yang terlalu pasaran, kalo kata orang. Jutaan bayi Indonesia yang lahir, ada aja orangtua yang memberi nama anaknya dengan nama 3 kata itu. Dengan beragam bentuk kombinasi dan variasi.


Tapi begitu kita coba ketik di Google, akulah yang muncul di top row. Halaman pertama aku ambil alih semuanya. Bahkan setidaknya sampai halaman ke4.

Aku jadi "Arif K Wijayanto" yang paling terkenal di Google. We-Ou-We! Wow!

Minggu, 12 Oktober 2014

Kena Tilang

Sama seperti yang diceritakan mas Danni, akhir-akhir ini aku suka nonton acara (yang katanya) reality show di salah satu stasiun TV.


Acara itu menampilkan para petugas polisi, pria maupun wanita - saat menjalankan aktivitas tugasnya sehari-hari. Ada polisi wanita yang biasanya bertugas sebagai polisi jalan raya, patroli sepanjang jalan raya di ibukota. Kadang ada juga para polisi pria yang menyusun siasat menangkap pengedar narkoba. Nggak jarang ada adegan kejar-kejaran dengan para tersangka. Seru, mirip di film.

Kalo lagi nonton itu, aku suka inget sama pengalaman 2 tahun lalu. Aku pernah ditilang pak polisi.

Gimana bisa?

Senin, 06 Oktober 2014

Mimpi yang Terlewat

Udah umum kali ya, pemotivasi di acara training motivasi, atau pembicara di acara berbagi tips-tips sukses dalam hidup, biasa kasih saran ke pesertanya untuk menuliskan setiap mimpi dalam selembar kertas, untuk kemudian dicoret satu persatu kalo mimpi itu udah terwujud.

dream list
Corat-coret daftar mimpi dan keinginan
Aku juga bikin yang begitu. Aku tulis semua mimpi dan keinginan dalam satu halaman di buku agenda. Masih ada sampai sekarang. Satu per satu dari daftar itu udah lewat waktunya, dan Alhamdulillah udah terwujud. 

Tapi ada satu yang aku pengen bisa terwujud di awal 2014, tapi sampe sekarang belum juga terwujud. 

Apa itu?

Kamis, 02 Oktober 2014

Sulitnya untuk Ikhlas

Hari Minggu yang lalu, kami makan siang di sebuah kedai pecel lele pinggir jalan khas Lamongan di daerah Sukasari, Bogor. Aku pesan soto lamongan, dan dia pesan pecel lele kesukaannya.

Teh tawar anget, minuman favorit di kedai pecel lele pinggir jalan

Saat menikmati hidangan makan siang itu, tiba-tiba datang menghampiri kami dua orang anak perempuan, umur sekitar 10 tahunan. Mereka nggak sendiri, ada bapak-bapak paruh baya membawa barang-barang, dan istrinya yang menggendong balita. Kyknya mereka sekeluarga.

Siapa mereka?

Jumat, 26 September 2014

Terimakasih Stackoverflow

Dua hari belakangan, blog ini terbengkalai. Komentar yang masuk nggak ada satupun yang sempat aku balas. Aduh maaf yah buat kamu yang udah datang dan kasih komen tapi belum aku balesin.

Tiada maaf bagimu rif! Sok sibuk banget sih?


Hmmm.. Bukannya sok sibuk. Cuma ada beberapa yang harus diberesin. Sampe harus ngorbanin komentar yg masuk, blogwalking, dan jadwal posting hari ini.

Apaan emang yg kudu diberesin?