TEKNOLOGI: Siapa yang diperbudak?


Rasa-rasanya mustahil bagi kita, di zaman yang makin aneh ini, kita hidup tanpa ditemani kecanggihan teknologi. Bisa dibayangkan, gimana jadinya kalo nggak ada Google? Gimana jadinya kalo nggak ada internet? Gimana jadinya kalo nggak ada komputer?

Teknologi informasi dewasa ini merupakan kebutuhan vital manusia untuk berinteraksi dengan sesamanya. Kemajuan yang agresif dari teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah  memungkinkan manusia untuk melakukan proses komunikasi informasi secara lebih cepat dan akurat dalam menghadapi globalisasi. (dari paper kuliah Teknik Informatika Pertanian)

Sekarang banyak menjamur media-media yang membuka peluang terbukanya interaksi komunitas global tanpa batas ruang dan waktu. Facebook, Twitter, dan media-media lain seakan terus mendekat dan melekat dalam kehidupan.


Namun, teknologi hanyalah teknologi. Seperti dalam sebuah ungkapan, teknologi seperti dua mata pisau. Di satu sisi ia dapat sangat bermanfaat, di sisi lain ia bisa menjadi bumerang yang menghancurkan.

Mungkin masih hangat dan masih jadi bahan ocehan di TV. Ada tokoh yang seharusnya jadi panutan, berperilaku tidak sewajarnya. Seorang anggota dewan yang terhormat, telah lalai memanfaatkan teknologi. Bukan contoh yang baik, walau akhirnya beliau menunjukkan gelagat yang baik dengan sikapnya mengundurkan diri sebagai anggota dewan.

Mungkin itu hanya satu dari sekian banyak contoh pemanfaatan teknologi yang tidak pada tempatnya. Masih segar ingatan kita, kasus pesohor yang sempat selalu menjadi headline news di berbagai media karena kecerobohannya, kasus video tidak senonoh.

Contoh lain? Coba deh liat di warnet-warnet penyedia layanan game online. Bandingkan dengan tempat-tempat les. Mana yang lebih rame?

Dan mungkin masih banyak contoh lain. Dimana manusia sebagai pencipta teknologi, justru menjadi budaknya. Menjadi pihak yang dikendalikan. Kita terlena...

Kalo sudah gini, siapa yang diperbudak?

Kembali aku catut kata-kata dari materi kuliah:
INGAT: Teknologi hanyalah alat bantu (tool), bukan tujuan!
Manusia adalah pengelola dan punya tujuan!

Posting Komentar

0 Komentar