Kamis, 26 Mei 2011

(Manusia) Seluler

Pasti nggak asing lagi donk dengan judul tulisan ini. Minimal pernah denger waktu sekolah dulu deh, di pelajaran biologi. Di sekitaran juga banyak tulisan "selular" gitu. Sepanjang jalan banyak tuh. Dari yang warnanya kuning, merah, biru, oranye, macem-macem deh. Yang itu sih namanya operator selular.

Ada beberapa istilah yang memakai kata 'selular', diantaranya 'respirasi selular'. Menurut Wikipedia,
Respirasi selular adalah proses perombakan molekul organik kompleks yang kaya akan energi potensial menjadi produk limbah yang berenergi lebih rendah (proses katabolik) pada tingkat seluler. 
Beda lagi dengan 'telepon seluler', masih menurut Wikipedia, 
Telepon genggam (telgam) atau telepon selular (ponsel) atau handphone (HP) atau disebut pula adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel; wireless).
Tapi post ini nggak akan cerita tentang dua istilah itu. Ada satu istilah yang mau aku ekspos, 'manusia selular'. Ada yang salah dengan istilah ini? jelas-jelas manusia itu makhluk hidup yang tentu terdiri dari sel-sel, sehingga pantas disebut makhluk selular. Eum ya, yang mau aku ceritain disini 'selular' dalam makna konotasi.

Ada satu kesimpulan yang aku dapat setelah sekian lama tinggal di perantauan. Dari pengalaman tinggal di rumah kost/kontrakan, ternyata ada implikasi negatif dari rumah kost/kontrakan. Konsep kost yang menjadikan penghuninya tinggal dalam kamar-kamar, sedikit banyak mempengaruhi keseharian dan kepribadiannya. Kamar-kamar inilah yang selanjutnya aku sebut sebagai 'sel'.

Memang kasus ini nggak terjadi di setiap orang yang statusnya penghuni kost/indekos. Tapi kebanyakan memang begitu. Sikap acuh tak acuh dengan semua yang ada di luar 'sel'-nya adalah hal yang lumrah terjadi. Bahkan bisa dibilang, si penghuni menganggap segala sesuatu yang terjadi di luar radius 'sel'-nya adalah bukan tanggungjawabnya. Peduli amat... Bahkan kalaupun si ibu kost udah pasang tulisan gede kyk gini...
...tetep ada aja yang ngebandel. Inilah fakta yang aku lihat langsung.

Padahal kalo dipikir-pikir, setiap kamar itu ada di bawah satu atap. Artinya semua penghuni disana adalah satu kesatuan. Dinding-dinding kamar hanyalah pemisah antara area private dengan area public. Area private adalah tanggungjawab si penghuni 'sel', sedangkan area public adalah tanggungjawab semua penghuni 'sel' itu. So, sikap acuh tak acuh, peduli amat, sebenernya kurang tepat dipake disini. Manusia itu makhluk sosial kok, bukan makhluk 'seluler' yang lalu bersikap 'soliter'.

note: sebenernya ini curhatan yang baru tercurahkan setelah sekian lama memendam rasa. Duhh...

Ada yang lebih seru loh!

(Manusia) Seluler
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan cerita di atas? Silakan berlangganan gratis via email

16 Comments

Kam Mei 26, 10:42:00 AM delete

untung selama menjadi anak kost, aku peduli dengan lingkungan. karna kan kalo rumah kotor (walo kamar bersih) ya tetep aja rasanya kotor.

sekarang sih udah ga jadi anak kost lagi, naik jadi anak kontrakan hehehe

Reply
avatar
Kam Mei 26, 10:42:00 AM delete

iya mas , udah budaya di negara kita seperti itu mah ..
btw , salam kenal :D

Reply
avatar
Kam Mei 26, 10:56:00 AM delete

ya kembali ke nurani masing, mau pengumuman segede gaban juga, kalo masih matanya kemana hatinya kemana ya mumet jg mas
*komen yg sungguh entahlah nyambung apa nggak*
:D

Reply
avatar
Kam Mei 26, 11:30:00 AM delete

rave...kunjungan balik...salam kenal bro....
tidak semua orang bisa mengerti dengan himbauan, tekadang harus disabet dulu baru mengerti ya bro

Reply
avatar
Anonim
Kam Mei 26, 12:32:00 PM delete

oalah, maksudnya sosial sama soliter toh hehehe

Reply
avatar
Kam Mei 26, 01:05:00 PM delete

kalo para tahanan di sel itu bisa disebut seluler enggak ya?

Reply
avatar
Kam Mei 26, 01:16:00 PM delete

Ngga politik atau pun bertetangga, yang namanya diplomasi pasti jalan terbaik. Udah pernah belum diplomasi dengan Bu kost biar diberi perlakuan khusus?
Hehehehehe..... :D

Reply
avatar
Kam Mei 26, 01:54:00 PM delete

hahaha gitu ya kirain saya manusia yang suka bawa hp xixi.. iya mas udah kaya di komplek perumahan elit aja y mas padahal mah cuma di kosan aja ya yang bayarannya masih ngandelin dr ortu wakaka..

Reply
avatar
Anonim
Kam Mei 26, 05:23:00 PM delete

Wiiiw... anak kost juga.
Emang bete kalo ada anak kost yang seenaknya sendiri. Ga mau gantian nguras bak mandi, buang sampa... aargghh... nyebeliiinnn...

Reply
avatar
iam
Kam Mei 26, 08:34:00 PM delete

Wahaha parah banget pake peringatan begitu segala -__-

Reply
avatar
Anonim
Kam Mei 26, 09:38:00 PM delete

wadoh.. namanya juga manusia.. haha :D

Reply
avatar
iam
Jum Mei 27, 10:17:00 AM delete

Wah bukan dikosan dirimu ternyata :p
Hehehe ya kan peraturan ada untuk dilanggar :p

Reply
avatar
Sab Mei 28, 04:26:00 PM delete

wah, dapat diduga, bahwa mereka yang waktu ngekos hidup sendiri² dan tak mau tau dengan lingkungan, nanti selepas dari kos²an dan hidup di masyarakat juga bakal begitu.

*kangen kos²an dulu, yg untungnya bertolak belakang dengan kisah diatas, walau seringlah saya ngerjain kawan² di kos. hehehe...

Reply
avatar
Anonim
Sab Mei 28, 09:59:00 PM delete

hihihi.....bisaan aza
salam persahabatan

Reply
avatar
Rab Jun 01, 07:57:00 PM delete

Wow. Hebat, bagus sekali. :)

Menyebalkan memang, kalo anak kosan yang sekosan dengan kita cuek banget. Atau memang gak pedulian? Entahlah....

Reply
avatar
Anonim
Kam Jun 02, 11:31:00 AM delete

kost gw banget nih.. kamar depan dan samping aja gak saling kenal. semua sibuk dengan urusan masing2..

Reply
avatar

Dear teman. Silakan berkomentar. Tapi khusus untuk post yang telah terbit > 7 hari, mohon maaf komentar kamu nggak langsung muncul, karena harus dimoderasi. Trims