Masih adakah kabar baik itu?

sumber gambar: [klik]
Miris...
Miris rasanya...

Indonesia!
Negeri yang indah...
Negeri yang makmur...
Negeri yang cinta damai...
Negeri dengan sejuta pesona...

Apakah kata-kata manis itu hanya terselip diantara lirik-lirik lagu perjuangan? Yang hampir terdengar sumbang...
Masih adakah kata-kata manis yang bisa menelusup masuk ke telinga-telinga putra-putri bangsa ini?

Sudah 2 Jumat ini, aku selalu menolak selebaran yang dibagikan kepada para jemaah di masjid kampus. Selebaran berwarna dasar putih dengan aksen warna biru dan font hitam, yang aku pikir diterbitkan sebuah organisasi agama yang bukan berbasis di kampus ini. 

Setiap ada uluran tangan dari remaja laki-laki, yang entah apa statusnya, yang menyodorkan selebaran itu, aku tolak dengan halus. "Maaf mas. Terimakasih", ujarku seraya memberi senyum. Setidaknya ada beberapa alasan aku untuk menolak.

Alasan pertama: 
Sedikit merepotkan untuk membaca dan membawa selebaran kertas itu. Walaupun memang selembar kertas amat sangat mudah disimpan. Tapi, melihat diriku yang memang tak terlalu gemar membaca tulisan seberat itu, rasanya ogah juga menerimanya. Itung-itung cinta lingkungan lah, dengan tidak menambah jumlah sampah. Sekedar berpendapat (boleh donk), sebagian besar kertas itu akan bersemayam di kotak sampah nantinya. Bahkan lebih parah, akan berkeliaran di jalanan, di pojok bangunan, di halaman, dimana-mana. Ngerti kotor donk...

Alasan kedua:
Khawatir mengganggu kekhusyu'an. Yah, walaupun di kertas itu ada tulisan dilarang dibaca saat khutbah Jumat berlangsung, tapi tetap saja aku  lihat banyak jamaah yang lebih berkonsentrasi pada tulisan di selebaran dibandingkan dengan khutbah sang khotib.

Alasan ketiga:
Mungkin ini yang menjadi dasar penulisan post ini. Rasanya kok gatel ya. Kok gatel? Masa niat para jamaah yang sudah bersih, pengen beribadah, eh malah dikotori dengan berita-berita negatif. Harus aku akui juga sih, nggak semua isi dari selebaran ini yang bermuatan negatif. Negatif dalam artian bukan mesum, porno, cabul, atau sebagainya loh ya. Negatif disini lebih ke hal-hal jelek yang tak sedap dibaca. semua tentang negeri ini, Indonesia.

Masa sih, setiap hari Jumat, para jamaah dicekoki dengan kabar-kabar negatif? Terlebih sebagian besar dari mereka itu anak muda, tak sedikit juga yang masih anak-anak. Lalu akankah muncul semangat dari dalam diri mereka untuk negeri tercinta ini? Atau justru muncul benih-benih pesimis dari sana?

Mari lupakan selebaran biru itu. Karena bukan hanya selebaran itu yang turut serta menyiarkan kabar buruk tentang negeri ini. Media-media nasional di negeri ini juga ambil bagian dalam usaha-usaha mencekoki anak bangsa dengan berita-berita negatif, membisikkan semangat pesimisme. Lihat aja di TV. Nggak perlu diceritakan panjang lebar...
sumber gambar: [klik]
Anak negeri ini butuh panduan, butuh gambaran, butuh pandangan. Pandangan optimis untuk negeri ini. Untuk masa depan Indonesia.

Masih banyak pancaran-pancaran optimisme dari negeri ini. Jauh lebih banyak daripada noktah-noktah hitam pesimisme yang selalu tersiar setiap harinya. Hingga menutup rapat pancaran-pancaran harapan itu. 

Bukankah semangat para pejuang dulu berkobar karena kabar baik yang berhembus ke telinga-telinga mereka? Bukankah optimisme muncul karena semangat yang mewabah di kalangan pejuang bangsa kala itu? Bukankah Indonesia merdeka karena adanya putra-putri bangsa yang rela berteriak, mengabarkan kabar gembira, mengabarkan optimisme, kepada seluruh rakyat yang rindu kebebasan kala itu?

Masih banyak kabar gembira dari penjuru negeri ini...

Posting Komentar

15 Komentar

  1. kalo gw sih diterima aja gan. selain biar tahu juga info dari "dunia mereka", lumayan kertasnya juga barangkali butuh buat coret2an XD

    BalasHapus
  2. gimana mau coret-coret boz. Penuh gitu...

    BalasHapus
  3. Oh yang lu maksud selembaran yang onoh ya, bukan yang onoh nya lagi --a

    BalasHapus
  4. Oh yang lu maksud selembaran yang "onoh" ya, bukan yang "onoh" nya lagi --a

    BalasHapus
  5. yang "onoh" tu yang mana ya? :krikkrikkrik:

    BalasHapus
  6. owh selebaran dari organisasi yang suka ngritik2 pemerintah itu kah? :D

    BalasHapus
  7. ada kabar baiknya, katanya yang punya blog ini mau pindah ke #rumahbaru :p

    BalasHapus
  8. iya mas. Betul... suka baca juga?

    BalasHapus
  9. Gak ngerti selebaran yang dimaksud, soalnya gak pernah Jumatan di Alhur XD
    Tapi kalo ngomong2 soal pesimisme, saya optimis kok Indonesia akan menjadi lebih baik. Sekarang sudah banyak gerakan2 pemuda yang mencoba untuk memajukan Indonesia.

    BalasHapus
  10. Jadi penasaran, selebaran apakah itu o_o


    nanti kalo dikasih lagi, tambahin jawaban: "Makasih, mas. Harapan itu masih ada", sambil kasih senyum manis :p

    BalasHapus
  11. hahaha... oke banget tuh mbak sarannya...

    BalasHapus
  12. wah parah. Sen2 g pernah shalat jumat di alhur nih...

    BalasHapus
  13. waaahhh aneh juga yak ada semebaran berita gitu di jumatan mesjid.. baru tahu deh aku >.<

    BalasHapus
  14. iya mbak. Banyak banget kalo shlat jumat. Wah berarti mbak niee nggak pernah shalat jumat nih.. wah wah..

    BalasHapus

Dear teman. Silakan berkomentar. Tapi khusus untuk post yang telah terbit > 7 hari, mohon maaf komentar kamu nggak langsung muncul, karena harus dimoderasi. Trims