Sabtu, 23 Januari 2016

Analogi Kasir Minimarket untuk Kasus Sopir Taksi vs Polisi

Video sopir taksi ditilang polisi gegara (katanya) parkir di bawah rambu dilarang berhenti, tampaknya lagi ngehitz banget ya? Video yang diambil dari salah satu acara di TV swasta, lalu diunggah oleh seseorang, dan menjadi viral di medsos.

Saya sempat nonton acaranya di TV. Nggak nyangka juga bakal viral di medsos. Terakhir saya cek videonya di Youtube, sepertinya sudah dihapus. Karena berkaitan dengan hak cipta. Dari hasil gugling, saya cuma dapet skrinsutnya begini:

Video polisi tilang sopir taksi


Tanpa bermaksud membela polisi dan mengesampingkan rasa kasihan pada sopir taksi, saya mikirnya kok nggak sepatutnya kita menghakimi pak polisi itu ya?
Emang kenapa rif? Kyknya emang pak sopir nggak salah deh. Kasian tauu

Mari kita ambil analogi kasir minimarket sebagai contoh kasus.

Andai kamu belanja di minimarket Betamart: 1 botol mijon (Rp5000) + 1 bungkus kacang atom Perkutut (Rp4900). Lalu bayar ke teteh kasir Rp10000. Seketika teteh kasir bilang: "Seratus rupiahnya disumbangkan aja?". Lalu dengan perasaan dongkol kamu mengangguk terpaksa. Nggak lama setelah itu, sudah hadir status sumpah serapah untuk minimarket Betamart di halaman sosmed-mu. Padahal sejatinya kamu berhak menolak untuk menyumbangkan kembalian seratus perak itu.

Tapi gimana jadinya andaikan kamu belanja di minimarket Tetamart: 1 sandwich (Rp4000) + 1 susu kotak (Rp3700). Lalu kamu kasih Rp10000 ke teteh kasir. Si teteh kasih kamu kembalian Rp2500. Mukamu akan cerlang cemerlang karena teteh kasir kasih kembalian berlebih. Pujian untuk Tetamart? Bodo amat lah ya.

Beda kasus, beda dampaknya yah.

Trus hubungannya sama sopir taksi apa rif?

Hubungannya adalah, kebetulan kasus sopir taksi ditilang itu adalah sama dengan kasus kamu belanja di Betamart. Kebetulan aja dapet yang nggak ngenakin. Makanya segala sumpah serapah bermunculan bak pengasah batu di musim batu.

Coba aja kalo dapet kasus kyk yang di Tetamart. Misalnya di lampu merah, pak polisi kasih komando supaya setiap kendaraan terus maju, walaupun lampu lalin lagi merah. Apakah kamu protes ke pak polisi? Nggak lah yaw... Trus apakah ada pujian, atau paling nggak ucapan terimakasih ke pak polisi karena sudah memperlancar perjalanan kamu? Rasanya nggak ada. Kenapa? Ya karena kamu pikir itu memang tugas polisi. Ya nggak?

Padahal sebenernya, dengan melakukan penilangan, itu juga adalah usaha pihak yang berwajib untuk memperlancar lalu lintas, dan itu memang tugas mereka.
Baca juga: Kena Tilang
Ya, betul banget. Seperti yang banyak dibahas orang, pak sopir nggak salah karena dia disana hanya berhenti, bukan parkir, sesuai argumennya. Sehingga pak polisi nggak berhak menilang karena rambunya adalah rambu dilarang parkir. Saya setuju kok.

Tapi kalo cuma lihat dari video, scope-nya kecil banget. Kita nggak tau keadaan sebenarnya di tempat kejadian. Kita nggak tau apakah pak sopir taksi memang cuma berhenti sebentar, atau malah sudah parkir lama disana, sempat keluar mobil, mampir ke warkop dulu mungkin, lalu baru masuk kembali ke mobil, sesaat sebelum pak polisi datang. Ada yang tau kejadian sebenarnya?

Kita nggak tau bro. So please stop blaming the police just because the 3 minutes video you watched.

Gimana menurut kamu?
Update
Barusan saya lihat di sosmed malah ada yang bikin meme begini:

Hmmm... Andai disana ada warkop, dan nggak ada tenda polisi, mungkin saya juga akan dongkol sama pak polisi. Tapi karena disana ada tenda polisi, saya jadi nggak peduli sama foto itu. Kenapa? Karena anggapan saya pak polisi berhenti disana memang karena ada tugas. Petugas boleh meng-override rambu kok. Apakah itu melanggar? Nggak. Selama itu adalah bagian dari tugasnya. Sama halnya dengan polisi yang memperbolehkan kendaraan tetap melaju di perlintasan saat lampu merah. Itu juga melanggar undang-undang, tapi nggak ada tuh yang protes.

Ada yang lebih seru loh!

Analogi Kasir Minimarket untuk Kasus Sopir Taksi vs Polisi
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan cerita di atas? Silakan berlangganan gratis via email

6 Comments

Sab Jan 23, 09:52:00 PM delete

capek deh...
aku suka pakai trik ini juga lho Rif. biar ngga kena tarif parkir,,ngga turun dari motor. triak ajah.."bang, bakso 1 ya..bungkus" hahaha

Reply
avatar
Min Jan 24, 12:42:00 PM delete

Asalkan nggak ada rambu S coret ya mbak? :D

Reply
avatar
Min Jan 24, 01:16:00 PM delete

Aku lagi fokus cari wajah teteh kasir yg senyum itu kok ngak ada yaaaa #melipir

Reply
avatar
Min Jan 24, 01:19:00 PM delete

Nggak mas. Teteh kasirnya nggak senyum kok mas :D

Reply
avatar
Sel Apr 26, 02:18:00 PM delete

aku koq fokusx ama trotoarx yach? ada aturanx yach polize bza jadiin trotoarx jd pos n tempat mobil (mo parkir or stop)?

Reply
avatar
Sel Apr 26, 02:42:00 PM delete

Hihi.. iya mbak. Saya juga kesel kalo ada yang menjajah trotoar, secara saya sebagai pejalan kaki jadi susah mau jalan.

Tapi kalo boleh berandai-andai, seandainya pak polisi nggak markirin mobilnya di trotoar, pejalan kaki masih tetap terhambat karena ada tenda. So, ada atau tidaknya mobil polisi disitu sebenernya sama aja, pejalan kaki tetap terhadang jalannya.

Lagipula, kita nggak tau pasti situasi disana, apakah suasana jalan sedang ramai atau sepi. Bisa jadi jalannya lagi ramai, jadi pak polisi lebih memilih memarkirkan mobilnya di trotoar.

Reply
avatar

Dear teman. Silakan berkomentar. Tapi khusus untuk post yang telah terbit > 7 hari, mohon maaf komentar kamu nggak langsung muncul, karena harus dimoderasi. Trims