Tampilkan postingan dengan label LagiPengenBerbagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LagiPengenBerbagi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Januari 2020

Satu Bulan dengan Browser Compartmentalization

Terinspirasi dari satu artikel di Medium berjudul "Incognito Mode Won’t Keep Your Browsing Private. Do This Instead." yang ditulis oleh Michael Grothaus, sejak satu bulan ini saya menerapkan Kompartemenalisasi Peramban atau Browser Compartmentalization. Ribet ya bahasa Indonesia-nya.

Baca artikelnya: Incognito Mode Won’t Keep Your Browsing Private. Do This Instead.


Apa itu Kompartemenalisasi Peramban atau Browser Compartmentalization?

Singkatnya adalah teknik memilah-milah peramban internet atau browser sesuai dengan penggunaannya.

Kenapa harus dipilah-pilah?

Selasa, 04 Desember 2018

Makan Halal di Quezon City, Filipina


Akhir Mei lalu saya berkesempatan ikut seminar internasional yang diadakan oleh NASA di Quezon City, Filipina, 28-30 Mei 2018. 

Dan kamu tau? itu tepat di bulan Ramadhan.

Ikut acara di negara yang bukan mayoritas muslim, dan berpuasa pula, jelas itu pengalaman pertama buat saya. Saat jeda acara, semua orang pada makan minum. Lah kita cuma bisa bengong.

Menderita!

Terutama untuk urusan buka puasa dan sahur.

So, gimana ceritanya?

Senin, 14 Agustus 2017

Modus Penipuan Topup WPoint



Kejadiannya baru kemarin, Minggu 13 Agustus 2017.

Saya berlangganan pasca bayar Telkomsel, Kartu Halo. Bukan, bukan karena saya kebanyakan duit. Justru saya langganan paket yang paling irit. Haha... Cuma pengen aja, kyknya eksklusif gimanaaa gitu. Nomor ini sengaja saya buat ekslusif, cuma VVIP aja yang tau.

Gaya banget sih rif


Biarin!

Singkat cerita, kemarin saya di rumah mertua, ada telepon masuk dari nomor tak dikenal ke nomor Halo saya. Sebut saja nomornya +6282115011155 (nomor sebenarnya). Paling males nerima telepon dari nomor tak dikenal. Tapi saya pikir kalo yang telepon ke nomor Halo, artinya orang penting. Makanya saya angkat.

Minggu, 29 Mei 2016

Cari Aplikasi Perekam Layar? Pakai Powerpoint Saja

Lagi cari aplikasi perekam layar untuk disimpan dalam bentuk video? Ngapain repot-repot. Sampe cari bajakan segala. Pakai Powerpoint aja!

Kamu punya keinginan berbagi ilmu dalam bentuk tutorial? terutama yang berkaitan dengan komputer semisal tutorial photoshop, tutorial coreldraw, tutorial yiiframework, tutorial coding, dsb. Pasti kamu butuh aplikasi perekam layar. Ya kan? Yah asalkan tutorial yang kamu kasih bukan tutorial pasang alis mata aja ya

....


Nah! Daripada ribet cari kemana-mana, pakai Powerpoint aja deh. Sekelas Powerpoint mah pasti punya lah ya. Sebelum ente install macem-macem, Word Excel Powerpoint pasti jadi tiga serangkai wajib yang kudu ente install duluan kan? Sip!

Emang pake Powerpoint bisa rif?


Bisa donk! Gini caranya:

  1. Pastikan kamu udah install Office
    Ini wajib. Pastikan aplikasi Office sudah terinstall. Minimal tiga serangkai tadi lah. Disini saya pakai Office 2016. Saya kurang tau juga apakah fungsi perekam layar ini ada di versi Office sebelumnya. Tapi rasanya sih sudah ada di versi 2013.
  2. Klik menu Insert
    Klik menu Insert, lalu di tab paling kanan (tab Media), kamu akan menemukan Screen Recording. Silakan diklik. Maka akan muncul semacam popup di atas tengah layar.

  3. Atur area yang akan direkam
    Kamu boleh mengatur hanya sebagian aja area yang akan direkam di layar PC km, atau keseluruhan. Klik aja Select Area. Lalu buat area perekaman, ditandai dengan kotak bergaris merah putus-putus.
  4. Atur Audio dan Pointer
    Kamu juga boleh mengatur supaya aplikasi nggak menangkap suara/audio, jadi video yang dihasilkan nanti sunyi senyap. Non-aktifkan aja audionya, tombol kedua dari kanan yah. Tapi kalo kamu mau suara emas kamu ikut terekam, monggo diaktifkan.

    Kamu juga boleh mengatur supaya aplikasi nggak merekam posisi pointer. Tekan yang ujung kanan yah.
  5. Klik Record
    Sudah siap? Mulai rekam! Ada tombol Record di posisi paling kiri. Klik saja. Maka perekaman akan dimulai dalam hitungan 3 detik.
  6. Klik tombol Pause untuk menghentikan perekaman
    Ada momen yang kamu nggak mau dia ikut terekam? Pause saja. Tekan tombol paling kiri.

    Apa? Popup-nya hilang? Tenang anak muda. Dia tersembunyi di atas.
  7. Klik Stop untuk mengakhiri
    Udah bosen sama si dia? Putusin aja!

    Hihi. Kejam yah...

    Maksudnya
    kalo udah beres ngerekamnya, tekan tombol Stop. Atau bisa juga pakai shortcut Windows key + Shift + Q.
  8. Kembali ke Powerpoint
    Silakan kembali ke Powerpoint. Seharusnya video hasil perekaman layar kamu sudah muncul disana. Kamu boleh ngetes play video-nya.

    Suara kamu kurang sexy? Silakan siapkan suara emasmu, lalu ulangi lagi.
  9. Simpan videonya
    Sebenarnya aplikasi perekam layar di Powerpoint ini cuma untuk memasukkan video perekam layar langsung ke presentasi Powerpoint, alias nggak menghasilkan file. So kalo mau menyimpan hasilnya, untuk kemudian diupload ke Youtube mungkin, klik kanan pada video, lalu pilih Save Media As. Video akan tersimpan dalam bentuk mp4.


Gimana? Sederhana kan? Nggak perlu cari-cari aplikasi berbayar, apalagi sampe cari crack. Cukup berbekal MS Powerpoint aja kamu sudah bisa bikin video tutorial. Yah walaupun Ms Office juga bukan aplikasi gratisan, tapi setidaknya nggak perlu install aplikasi tambahan.

Selanjutnya terserah kamu deh mau diapain itu video. Boleh dishare ke temen, buat presentasi, buat materi kuliah, atau diupload ke Youtube. Saya sendiri baru pake cara ini untuk buat video tutorial supervised classification dengan menggunakan Erdas 2014 yang baru saya unggah ke Youtube 2 hari yang lalu. Mampir atuh ke channel saya, jadi pengunjung pertama. Hehe...

Blog tutorial saya: http://akwijayanto.id/supervised-classification-erdas-2014/

Channel di Youtube: Arif K Wijayanto

Terakhir, semoga bermanfaat!

Senin, 22 Februari 2016

Belajar Bahasa Palembang: Sikok

Bahasa Palembang adalah 'bahasa nasional'-nya Sumatera Selatan (Sumsel). Ya, karena bahasa setiap daerah di Sumsel bisa jadi berbeda. Ada banyak banget rumpun bahasa yang ada di Sumsel. Karena banyaknya itu, maka dibutuhkan satu bahasa pemersatu. Secara nggak tertulis, dan tanpa ada sumpah pemuda Sumsel, dipilihlah bahasa Palembang.


Banyak yang bilang, belajar bahasa Palembang itu mudah, ganti saja setiap vokal akhirannya jadi O. Ya, betul! 'berapa' menjadi 'berapo', 'kita' menjadi 'kito', dan 'lima' menjadi 'limo'.

Tapi nggak gitu juga bro, nggak segampang itu. Misalnya: 'satu' bukan lalu menjadi 'sato', walaupun 'dua' menjadi 'duo' dan 'tiga' menjadi 'tigo', tapi 'empat' bukan lalu menjadi 'empot', lu kire nenek lu empot? 'empat' dalam bahasa Palembang tetaplah 'empat'.

Menarik memang, stereotipe "bahasa Palembang gampang tinggal ganti akhirannya jadi O" itu pertama kali saya dengar saat awal kuliah disini, di Bogor. Baik teman-teman yang orang Sunda maupun Jawa, semua kompak dengan stereotipe yang sama. Lucunya, bahkan saat si orang Jawa dengan nama Yanto, mengucapkan satu kata dalam bahasa Palembang yang berakhiran vokal O, 'berapo' - vokal O yang keluar dari mulutnya itu sama sekali nggak sama dengan vokal O pada namanya. Padahal 'Yanto' dan 'berapo' seharusnya diucapkan dengan vokal O yang sama.

Tapi kali ini saya nggak mau bahas pronounciation-nya, kali ini saya mau bahas satu kata dalam bahasa Indonesia, yaitu 'satu' - dan padanan katanya dalam bahasa Palembang. Kenapa saya tertarik bahas kata ini? Karena ternyata ada hal yang unik, orang Palembang punya 2 macam cara untuk menyatakan kata 'satu', yaitu untuk menyatakan jumlah dan menyatakan urutan.

pempek-palembang

Dalam bahasa Palembang, kata 'satu' adalah 'sikok', pengucapan akhiran '-kok'nya mirip seperti di kata 'berkokok'. Tapi ketika ada orang yang tanya begini:
Cek Yuni: Rengking berapo anak kau? (Eh anak kamu rengking berapa?)
Lalu kamu jawab begini:
Kamu: Rengking sikok la. Hebat kan anak aku? (Rengking satu donk. Hebat kan anak guweh?)

Dijamin bukannya pujian, tapi justru pandangan aneh yang kamu dapat.

Lah emang kenapa rif? Whats wrong?


Karena orang Palembang nggak pernah menggunakan 'sikok' untuk menyatakan urutan. Kami lebih suka menggunakan kata 'satu' untuk menyatakan urutan. So, 'rengking satu' adalah jawaban yang tepat.

Contoh lain: saat ujian, kamu mau mencontek ke temen kamu.
Kamu: Psstt! Bro, jawaban nomor sikok apo? (Pssstt! Bro, nomor satu donk!)

Maka dijamin jawaban yang kamu nantikan tidak akan datang. Misscom bro! Temen ente pasti bingung denger kata 'nomor sikok'. Kalo nyonteknya mau sukses, tanyalah 'jawaban nomor satu apo?'. Itu!

Dalam beberapa kasus, kata 'satu' untuk menyatakan urutan juga sering nggak dipakai. Misalnya untuk menyatakan urutan seperti 'pertama', 'kedua', dst. Untuk kasus ini, biasanya digunakan kata 'pertamo, 'keduo', 'ketigo', 'keempat' (bukan 'keempot'), 'kelimo', dst. Untuk konteks kalimatnya, sama lah dengan di bahasa Indonesia.

Lalu kapan kita pakai kata 'sikok'? Gunakanlah kata 'sikok' hanya untuk menyatakan jumlah. Misalnya:
Kamu: Mang, pempek sikok berapo? (Mang, pempek harga satunya berapaan?)
Mang Juhai: Duo ribu dek. Nak berapo? (Dua ribu aja dek. Mau berapa?)


Atau contoh lain:
Yuk Olah: La berapo anak kau mak ini ari? (Anak kamu udah berapa sekarang?)
Kamu: Baru sikok, yuk. Doake bae pacak nambah lagi (Baru satu mbak. Doain aja bisa nambah lagi)

Gimana? Bisa dimengerti? Jadi nak berapo pempeknyo? Yakin sikok bae?

Selasa, 16 Februari 2016

Ini Cara Saya Hack Password File PDF

Ini cara saya hack password file pdf tanpa software cracker atau software tambahan lain. Mungkin banyak teman-teman yang sudah tau trik ini sebelumnya. Tapi baiklah, nggak ada salahnya kalo saya bagikan juga di blog ini.

Sebagai (mantan) mahasiswa, saya seringkali berurusan dengan file pdf (dalam bentuk e-book, jurnal, dll). Beruntungnya, nggak sedikit file pdf itu yang sengaja 'dikunci' oleh penulisnya. Ada yang dikunci supaya pembaca hanya bisa membaca dan mencetak tanpa bisa mengedit, bahkan ada juga yang dikunci supaya hanya bisa dibaca oleh pembaca tertentu. Entah untuk tujuan apa.

cara buka password pdf
Ciri file PDF yang terlindungi

Tools editing tidak aktif

Nah, trik hack password file PDF yang akan saya jabarkan kali ini adalah untuk file PDF yang security-nya hanya sebatas bisa dibuka, tapi tidak bisa diedit, atau istilahnya viewable pdf with restrictions. Karena di trik ini kita perlu membuka file PDF-nya.

So, lets cekidot!


No More Than a Door With a Broken Lock

Ada yang bilang sih gitu, file pdf terkunci tidaklah lebih daripada pintu dengan kunci yang rusak. Security-nya nggak betul-betul kuat, tidak terlalu terlindungi.

Cieilee sombongnya...

Hehe.. nggak lah. Itu kata orang, saya copy dari salah satu website pembuka file pdf terkunci.

Cetak Sebagai File Baru

Triknya adalah dengan membuat copy baru dari file PDF yang berpassword itu. Apakah dengan copy-paste filenya? Bukan! Atau dengan save as file pdf baru? Tidak juga! Karena dengan copy-paste atau save as, file baru yang dihasilkan akan tetap terkunci password yang sama.

Trus gimana rif?

Cetak saja sebagai file baru!

Pertama, buka filenya. Bisa dengan software PDF reader atau PDF editor apa saja.


cara buka password pdf 2

Kedua, print. Pada jendela print, di pilihan printer name, pilih saja Adobe pdf. Atau kalo kamu punya Nitro pdf, disana juga ada pilihan Nitro PDF creator. Silakan dipilih saja salah satu. Untuk pengaturan lain silakan disesuaikan. Lalu klik OK. Tentukan lokasi penyimpanannya.

cara hack password pdf

Maka file PDF baru akan terbentuk.

Dan selamat! File PDF kamu sudah tidak terkunci! Kamu bisa mengedit sepuasnya.

Semua tools editing sudah aktif

Gampang banget kan? Semoga bermanfaat lah ya. Cheers!

Senin, 25 Januari 2016

Ini Tips Gampang Mencatat Alamat Blog untuk Blogwalking

Blogwalking adalah salah satu rutinitas seorang blogger. Banyak yang bilang, kalo kamu mau dikunjungi, maka berkunjunglah. Nah kegiatan berkunjung itu lah yang disebut blogwalking.

Hmm.. Ngomong-ngomong, saya bukan termasuk blogger yang rajin blogwalking loh. Mungkin beberapa dari temen-temen yang kenal saya tau banget gimana saya. Hihi..

Well. Itu salah. Jangan ditiru. Rajinlah blogwalking. Karena blogwalking adalah silaturahminya blogger.

Walaupun saya kurang setuju juga kalo blogwalking dijadikan kewajiban. Ya terserah masing-masing lah ya. Dia mau jalan-jalan, atau nggak, kembali ke pribadi masing-masing.

Tapi buat saya, saya mau kembali ke fitrah seorang blogger kebanyakan. Saya harus rajin blogwalking. Ya! Semangat! *Clink*

Salah satu usaha saya untuk mengumpulkan semangat blogwalking yang sempat terserak adalah mencatat alamat blog teman-teman yang akan jadi langganan blogwalking saya. Untuk teman-teman blogger yang ngeblog pakai Blogspot mungkin gampang lah ya, tinggal follow aja, karena kebetulan juga saya pakai blogspot. Tapi untuk teman-teman yang pakai engine blog lain gimana? Kan nggak sedikit yang pakai Wordpress dan lainnya.

Nah kali ini saya mau berbagi tips mencatat alamat blog untuk blogwalking dengan menggunakan feed reader online. Cekidot!

Pakai Feed Reader Online (feedreader.com)

Sebenarnya ada banyak laman daring yang menyediakan fasilitas untuk baca feed. Misalnya ada Feedly (feedly.com, ini juga saya suka) atau Digg Reader (digg.com/reader). Tapi kali ini saya mau berbagi cara mencatat alamat blog untuk blogwalking dengan Feedreader.com.

Halaman muka Feedreader.com

Selain karena suka tampilannya, saya suka feedreader.com juga karena memang ini lah tools feed reader pertama saya.

Buat kamu yang mau coba, silakan langsung menuju ke feedreader.com

Di halaman muka, kamu langsung bisa sign in dengan akun Google atau akun Facebook. Gampang kan? Tapi kalo kamu mau daftar / sign up dengan akun lain, silakan isi form-nya.

Begitu masuk, kamu langsung akan diberi halaman dalam feedreader.com. Tampilannya mirip tampilan email.

Halaman kontrol feedreader.com. Ada yang blognya sudah ada di list saya?

Di awal sih isinya pasti masih kosong, karena kamu belum menambahkan alamat blog yang mau kamu baca feed-nya.

Untuk menambahkan blog yang mau dibaca, klik tombol Add a new feed yang ada di pojok kiri bawah, warna ijo. Maka akan muncul form isian yang kira-kira begini tampilannya:

Form isian untuk menambahkan feed

Untuk isian Address, cukup isikan alamat blognya aja. Nggak perlu isi url feed secara lengkap. Misalnya blogor.org. Lalu tunggu sistem akan membaca feed-nya. Trus tentukan kategorinya. Misalnya kamu bisa mengelompokkan blog teman-teman ke dalam kategori travel blogger, food blogger, photoblog, dll. Setelah itu tinggal klik Add the feed. Maka feed blog itu akan muncul di daftar bacaan kamu.

Yang muncul di daftar secara default adalah judul tulisan aja. Kamu bisa klik judul itu, maka isi tulisannya akan terbuka. Nah disini kamu cuma bisa baca aja.

Lah trus kalo mau komentar gimana rif?

Kalo mau kasih komentar, kamu harus buka blognya. Caranya klik aja icon kotak kecil yang ada tanda panahnya, yang ada di ujung kanan itu loh. Maka kamu akan menuju ke blog yang bersangkutan.

Gimana? Gampang banget kan? Segampang berharap motor kita nggak kepanasan saat diparkir (*karena sebelum berharap juga udah ada kardus nangkring di jok motor. Hihi)

Intinya sih dengan feedreader ini, kita bisa mencatat alamat setiap blog daftar blogwalking kita. Bukan cuma mencatat alamatnya, tapi kita juga bisa tau update terbaru dari blog itu, tanpa harus langsung menuju ke blognya.

Semoga bermanfaat yah. Jadi, siapa yang mau blognya saya masukkan ke list blogwalking saya?

Update
Ada informasi dari mbak Ninda, katanya untuk pengguna Blogger, di Reading List-nya Blogger kita juga bisa masukin feed dari blog selain Blogspot. Dan baru saya cek ternyata memang bisa. Haha...

So, silakan dicoba. Tinggal buka Home-nya Blogger kok.

Makasih mbak Ninda :-)