Tampilkan postingan dengan label LagiPengenNgomong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LagiPengenNgomong. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Mei 2014

Kamu nggak sendiri

Kamu nggak sendiri

Sering aku ditanya temen tentang masalah-masalah seputar komputer dan internet. Laptop nggak bisa nyala, nggak bisa booting, hardisk nggak kebaca, domain bermasalah, nggak bisa kirim email, dan segala macam masalah lainnya. Seketika aku bisa mengatasi masalah itu. Seketika juga mereka takjub (*maaf lebay)

Kok bisa rif?

Teman, aku nggak seajaib itu kok. Percayalah..

Senjata aku cuma keyakinan: aku nggak sendiri, kamu nggak sendiri, kita nggak sendiri.

Jumat, 18 April 2014

Dinda yang lain (bukan ibu hamil)

Dua hari yang lalu, aku baru bikin cerita pendek tentang Dinda. Cerita yang aku bikin dengan tujuan "mencolek" oknum calon anggota legislatif yang belum punya sikap siap terima kekalahan.


Tapi ternyata di waktu yang hampir bersamaan, nama "Dinda" memang lagi hits. Dinda lagi ngetop, ngetopnya nasional pula. Pasti tau donk?

Iya, Dinda yang katanya kurang punya empati sama ibu hamil.

Coba aja gugling nama "Dinda". Semua media rebutan ngebahas si Dinda. Lah trus Dinda yang 10 tahun yang jago catur yang aku tulis? Kebetulan banget kan?

Nah kali ini aku mau ngomongin Dinda yang lain ini, yang di KRL, yang temennya ibu hamil, yang punya akun Path, bukan yang jago catur.

Jumat, 11 April 2014

Menyoal Kotak Amal Masjid

Hari Jumat nih.

Kamu yang muslim, apalagi cowok, pastinya tau hari ini kudu ngapain. Yap, ke bioskop shalat Jumat!

Dan pastinya, nggak asing sama yang namanya kotak amal, atau kotak infak. Kerabat dekat kotak suara dan kotak pos ini bakal mulai beredar menjelang khotib menyampaikan khutbahnya. FYI, buat yang nggak tau nih, itu kotak bakal muter, digilir sama bapak-bapak dan om-om seisi masjid. Udah deh, mulai kedengeran tuh suara klutuk klutuk, ada koin-koin yang masuk.

Yang bikin aku kesel: itu kotak amal biasanya dibikin dari papan kayu ekstra tebal, ada juga yang dari plat besi, ditambah lagi dengan gembok super gude. Berrraatt broh! Ngeliatnya aja udah berat, apalagi ngangkatnya. Mending kalo itu berat gara-gara isinya banyak. Lah itu beratnya cuma gara-gara kotaknya doank broh. Kira-kira begini nih penampakannya:

Jumat, 29 November 2013

Belanja online, ada seninya!

Jaman sekarang, manusia mana sih yang nggak update sama perkembangan teknologi, terutama teknologi komunikasi dan informasi. Gadget-gadget canggih yang dulunya cuma ada di film-film fiksi fantasi, sekarang bukan lagi sekedar mimpi. Bahkan (maap) pengemis pun sudah nenteng henpon. Nah loh!

Henpon semakin gampang didapat. Komputer bukan lagi barang asing. Internet, udah makin gampang diakses. Social media udah jadi bagian dari kehidupan. Dan akhirnya, dimana-mana makin banyak orang yg nunduk, gara-gara Twitteroporosis dan Facebookaholic. Kehidupan udah (hampir) berpindah dari dunia nyata ke dunia maya. Termasuk pasar. Yap! Pasar!

Jumat, 01 Maret 2013

Tolong matikan alarm anda!

Hari ini aku pergi shalat Jumat ke masjid kampus, Masjid Al Huriyyah, dengan satu misi tambahan, mendengar bunyi alarm (baca: yang mengganggu).
http://thekriblog.blogspot.com/

Sejak beberapa minggu ini, saat menjelang ibadah shalat Jumat di masjid itu, ada suara alarm yang berdering. Persis saat jam 12.00, menjelang khotib naik mimbar. Rasanya ini mengganggu.

Lalu apa hasil pengamatanku pada Jumat kali ini? Alarm yang sama berdering lagi. Tepat menjelang jam 12, sebelum khotib naik mimbar. Seolah detektif, aku coba amati dari mana asal dering alarm itu. Sulit, suaranya bercampur dengan suara adzan, lantunan Al Quran, dan khotbah Jumat. Tapi tetap aja, suaranya mengganggu jamaah, terutama aku.

Alarm apa itu? Siapa yang iseng ngidupin alarm di tengah hari saat shalat Jumat?

Rabu, 14 November 2012

Kostan, kontrakan, atau rumah?

Kostan, kontrakan, atau rumah?

Satu hal yang melekat erat dan menjadi ciri mahasiswa rantau adalah tempat tinggal sementara yang dikenal dengan istilah kost atau indekos. Sudah menjadi suatu hal yang lumrah bagi setiap mahasiswa yang merantau jauh dari kampung halaman, hidup di negeri orang dengan menyewa tempat tinggal sementara. Tak heran, bisnis kost mahasiswa menjadi lahan bisnis tersendiri bagi masyarakat sekitar kampus. Selain kost, satu istilah lain yang bermakna hampir sama dengan kost adalah kontrakan. 
sumber: http://duniaproperti.wordpress.com

Lalu dimana letak beda kost dan kontrakan?

Jumat, 12 Oktober 2012

Makan kenyang Vs makan nikmat?

Makan kenyang Vs makan nikmat?

makan
source: http://poltekkesdepkes-sby.ac.id

Makan adalah salah satu kegiatan pokok makhluk hidup, termasuk manusia. Makan memungkinkan makhluk hidup untuk melakukan aktivitas hidupnya. Ya! Karena makan adalah salah satu ciri makhluk hidup.
Makan adalah kegiatan memasukkan makanan atau sesuatu ke dalam mulut untuk menyediakan nutrisi bagi binatang dan makhluk hidup, dan juga energi untuk bergerak serta pertumbuhan, yaitu dengan memakan organisme. [wikipedia]
Pada post ini, aku cuma mau membahas proses makan yang subjeknya adalah manusia. Satu hal yang rasanya menarik untuk diamati adalah sikap atau cara makan setiap orang yang berbeda. Dari pengalaman hidup di muka bumi selama hampir 2.5 dasawarsa ini, aku menyimpulkan ada 3 jenis cara makan.

Senin, 08 Oktober 2012

Kamar Vs Kamer

Kamar Vs Kamer

Sering aku baca atau denger kata-kata yang agak asing di telinga. Mungkin karena emang aku jarang pake kata-kata itu, atau memang kata-kata itu baru membudaya. Beberapa kata yang sebenarnya aku tau artinya, sering banget terdengar atau terbaca. Tapi tetep aja terdengar asing...

Well. Beberapa kata itu adalah....

Jumat, 21 September 2012

Baca dahulu komentar kemudian

Baca dahulu komentar kemudian

sumber: websigmas.com
Sebagai blogger, mungkin bukan barang sekali tulisan kita mendapat komentar dari seorang pengunjung, yang dari nada komentarnya, keliatan kalo dia nggak baca penuh tulisan kita sebelum komentar. Ah, mending kalo komentarnya nyambung. Nah kalo nggak nyambung? Pasti ada rasa dongkol juga donk. Dan aku pernah ngalamin itu.

Tapi sebelum lebih jauh berdongkol ria sama si komentator, ada baiknya aku bilang sejujurnya, aku juga sering kasih komentar, tanpa baca tulisannya sampe habis. Yah, nggak sering-sering amat sih. Kalo lagi BT dan males baca, trus tulisannya panjang, biasanya aku cuma baca awal dan akhir tulisannya aja. Trus langsung kasih komentar. Terkadang nyambung, kadang juga dibilang nggak nyambung sama yang punya blog. Hihihi. *maafkan daku yah*

Uokeh. Apa sih yang bikin aku dongkol?

Senin, 27 Agustus 2012

Kok adiknya lebih tinggi?

Kok adiknya lebih tinggi?

Lebaran baru lewat seminggu yang lalu. Walau suasana lebaran udah kurang berasa, setidaknya kue lebaran masih bersisa, lumayan buat rutinitas pasca lebaran (hehe).

Kesan lain? Selain berubahnya pertanyaan para bapak dan ibu tamu, dari yang dulu, "udah semester berapa sekarang?", ke pertanyaan lain (baca: yang lebih menjurus), "kapan wisuda?", #hmmphh rasa-rasanya nggak ada kesan yang beda dari lebaran tahun-tahun sebelumnya. Dan yang selalu jadi bahan basa basi khas tiap lebaran adalah,  

Rabu, 08 Agustus 2012

Ketika gombal jadi hiburan

Siapa yang nyangka, gombal - satu hal yang dulunya bukan sesuatu yang dikonsumsi publik, sekarang malah jadi bahan dalam industri hiburan. Tiap orang pasti pernah, liat acara TV yang menyajikan rayuan-rayuan gombal ala cowok penggoda cewek. Si cowok dengan jurus rayuan gombalnya yang maut, dan si cewek yang tampak malu-malu tapi kegirangan. Itulah yang sekarang jadi andalan beberapa program TV menggaet pemirsanya.
Gombal (sumber: link)





Hebohnya lagi, secara khusus ada gelar tersendiri untuk para pria yang jago ngegombal, Raja Gombal. Aih! Padahal, kalo diamati, gombalan para Raja Gombal ini sebenernya biasa-biasa aja, datar, monoton. Gombal andalan yang paling sering nongol, selalu pake format baku "bapak kamu ...... ya?". Ajaibnya, tebakan si cowok selalu bener, si cewek cuma bilang, "kok tau?". Segera si cowok jawab, "karena kamu telah .... hatiku".

Hah? Gitu doank? Monoton banget nggak sih?

Minggu, 29 Juli 2012

Radyo atau radio?

Radyo atau radio?

Beberapa hari yang lalu aku sempat posting tentang penelepon gelap yang pake perisai "Private Number". Kali ini nggak jauh-jauh dari teror serupa. Bedanya yang ini lebih terbuka, nggak pake "private number".

Sebenarnya ini bukan kejadian sekali. Berkali-kali nih orang telepon. Ah, aku kira sih ini ada hubungannya dengan si pelaku "private number" kemaren. kalo liat nomornya, ini orang asalnya nggak jauh-jauh dari daerah asalku.

Pertama-tama nih orang sms berkali-kali, nanya....

"kamu siapa?"

Sadar akan adanya potensi kejadian yang nggak aku sukai, karena adanya indikasi ABG disana, aku acuhkan aja. Tapi si pelaku kayaknya nggak nyerah gitu aja. Dia tetep sms, dan sesekali nelpon. Akhirnya aku tanggapi...

Selasa, 24 Juli 2012

Ini siapa?

Pagi hari, 23 Juli 2012

Handphone-ku berdering. Di layar tertulis, Private No. Calling. Perlu dicatat, satu syarat supaya aku mau terima telepon adalah bukan Private Number. Well, mungkin nggak ada salahnya aku terima.

sumber: [link]
Aku  : (angkat telepon) (suara laki-laki terdengar di ujung telepon)
Mr X : Hallo.... Hallooo

Jumat, 20 Juli 2012

Dari mana? dari tadi

Dari mana? dari tadi

T : Dari mana? (serius)
J : Dari tadi 

Sebenernya apa sih maksud tanya jawab itu? Nggak nyambung gitu loh...

Pernah donk denger lawakan, satu orang tanya orang lainnya, "Dari mana?". Trus yang ditanya jawab, "Dari tadi". 

Apa maksudnya coba?
Sama sekali nggak nyambung...

Jaman sekarang emang bahasa gaul makin menenggelamkan logika yang bener. Pertanyaan "dari mana" jelas-jelas nanyain tempat. Lah trus kenapa bisa dijawab "dari tadi", yang jelas-jelas nggak ngejawab pertanyaan itu. Jawaban yang bener ya bisa aja "dari sana", "dari situ", "dari rumah si otong", "dari pos ronda", "dari warung mpok inah", atau jawaban lainnya. Kalopun emang dia "dari tadi" ada disitu, ya mbok jawab aja "Nggak dari mana-mana. Dari tadi disini". Kan lebih bener toh?

Dasar anak muda

Senin, 16 Juli 2012

Sabtu, 14 Juli 2012

I hate slow!

I hate slow!

sumber gambar [klik]
Siapa diantara temen-temen blogger yang rajin akses internet via broadband dan menjadi salah satu pelanggan broadband internet service provider?

*ribet ya bahasanya

Banyak orang bilang, kebanyakan pengakses dunia maya di Indonesia, mengakses lewat media broadband. Dan yang menjadi senjata andalannya adalah modem USB yang dijual murah meriah. Banyak provider berlomba-lomba merebut hati pelanggan dengan beragam penawaran menarik. Mulai dari harga yang katanya murah, jaminan kualitas, dan banyak penawaran khas iklan lainnya. Termasuk yang jargonnya jadi judul post ini.

Dan aku yakin, dari 10 blogger kebetulan yang baca post ini, setengahnya adalah pelanggan salah satu provider itu. 

Tapi tidak termasuk aku...

Sebagai cowok yang masih tercatat sebagai mahasiswa, aku punya beberapa alasan, kenapa aku sampe sekarang belum terikat status sebagai pelanggan provider manapun.

Rabu, 04 Juli 2012

Cuma jadi "trash-bin"

Cuma jadi "trash-bin"

Para blogger sekalian tau donk sama yang sering kita sebut shoutbox, chatbox, cbox, atau apalah itu namanya. Widget yang satu ini, yang kita tau - jadi salah satu widget favorit yang hampir ada di setiap blog. Especially blog-blog baru, garapan blogger baru pula.

Ah, emang harus diakui. Rasanya liat ada komentar baru di shoutbox yang terpasang di blog kita itu... gimana gituu..

Selasa, 24 Januari 2012

Aku Bukan Blogger di Depan Laptop

Aku Bukan Blogger di Depan Laptop

Agustus 2008, saat pertama aku mengenal dunia baru bernama blog. Sebuah langkah maju, untuk seorang anak desa yang baru saja menjadi warga dunia maya di tahun yang sama. Sebuah post dengan judul satu kata, mengawali petualanganku di dunia blog, kala itu. Dan adalah seorang teman, yang aku tengarai sebagai tersangka utama yang menjerumuskanku ke dunia ini hingga merubah statusku menjadi seorang blogger, yang sekarang entah kemana.

Tiga tahun aku mengarungi dunia blogging, sendiri - tanpa ada yang menemani. Hanya berbekal rasa ingin tau, dan rasa cinta yang mulai muncul. Sepi, jenuh, pahit yang kurasa. Beberapa kali aku tinggalkan blog-ku, hingga terbengkalai untuk jangka waktu yang lama. 
Sampai akhirnya aku tersadar, aku bukan blogger di depan laptop...

Kamis, 12 Januari 2012

Minggu, 25 Desember 2011

Aku bukan orang Lampung!

Aku bukan orang Lampung!

Dibalik kasus yang mengangkat nama Mesuji - sebuah nama untuk dua wilayah administratif berbeda, yang baru-baru ini mencuat, aku juga mangalami hal yang sama. Bedanya, kasusku lebih sederhana dan tanpa pertumpahan darah, plus nyaris terlewatkan oleh media massa. Ahh...

Aku, laki-laki yang tak terlalu tampan, sejak lahir hingga nyaris besar, hidup di Bumi Sriwijaya, Provinsi Sumatera Selatan. Namun malangnya nasibku, beberapa orang di sekitarku seringkali menuduhku sebagai orang Lampung.
Hei! Aku bukan orang Lampung!